TANBIIH

الحَمـْدُ للهِ المُــوَفَّـقِ للِعُـلاَ حَمـْدً يُوَافـــِي بِرَّهُ المُتَـــكَامِــلا وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ثُمَّ الصَّلاَةُ عَلَي النَّبِيِّ المُصْطَفَىَ وَالآلِ مَــــعْ صَـــحْــبٍ وَتُبَّـاعٍ وِل إنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا تَقْوَى الإلهِ مَدَارُ كُلِّ سَعَادَةٍ وَتِبَاعُ أَهْوَى رَأْسُ شَرِّ حَبَائِلاَ إن أخوف ما أخاف على أمتي اتباع الهوى وطول الأمل إنَّ الطَّرِيقَ شَرِيعَةٌُ وَطَرِيقَةٌ وَحَقِيقَةُ فَاسْمَعْ لَهَا مَا مُثِّلا فَشَرِيعَةٌ كَسَفِينَة وَطَرِيقَةٌ كَالبَحْرِ ثُمَّ حَقِيقَةٌ دُرٌّ غَلاَ فَشَرِيعَةٌ أَخْذٌ بِدِينِ الخَالِقِ وَقِيَامُهُ بَالأَمْرِ وَالنَّهْيِ انْجَلاَ وَطَرِِيقَةٌ أَخْذٌ بِأَحْوَطَ كَالوَرَع وَعَزِيمَةُ كَرِيَاضَةٍ مُتَبَتِّلاَ وَحَقِيقَةُ لَوُصُولُهِ لِلمَقْصِدِ وَمُشَاهَدٌ نُورُ التّجَلِّي بِانجَلاَ مَنْ تصوف ولم يتفقه فقد تزندق، ومن تفقه ولم يتصوف فقد تفسق، ومن جمع بينهما فقد تحقق

hiasan

BELAJAR MENGKAJI HAKIKAT DIRI UNTUK MENGENAL ILAHI

Kamis, 16 Agustus 2012

LALAINYA DIRI KARENA BERGANTUNG PADA AMAL



مِنْ عَلَامَةِ الْاعْتِمَادِ عَلَىَ الْعَمَلِ – نُقْصَانُ الْرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِ الْزَّلَل


"Termasuk tanda-tandanya orang yang berpegang pada amal adalah kurangnya pengharapan ampunan Allah SWT ketika berbuat kesalahan" .....

ومن عمل لطلب الجزاء فهو نسيان من الفضل والرحمة

barang siapa yang beramal hanya karena mengharap pahalanya amal maka orang itu termasuk sebagian dari orang-orang yang lalai & terlupa dari rahmat dan keutamaannya alloh swt

العمل لا يكون معتبرا إلا إذا كان مقبولا وقبوله

بمحض الفضل فصح أن دخول الجنة

بمحض فضل الله وأن العمل سبب ظاهري متوقف عليه.

والله تعالى يوفقنا لما فيه رضاه

Perbuatan tidak ada yang di dihitung kecuali Amal-amal mereka Yang telah diterima, dan penerimaan tergantung pada Kemurnian & kemurahanNya , sehingga kemurahan-Nyalah yang membawanya ke surga (kebahagiaan), dan perbuatan hanya alasan untuk itu. Dan semoga Dia membantu kami dan membimbing kita untuk apa yang Di ridhoi-Nya



من علامات تعويل العامل على عمله أن ينقص رجاؤه

في رحمة الله عند وجود لله. 

ومفهومه رجحان الرجاء عند التحلي بالعمل والتخلي عن الزلل 

Setengah dari tanda-tandanya bahwa hamba / abdu masih bergantung pada perbuatannya adalah masih adanya siratan Roja' / harapannya belas kasihan Alloh buah dari ibahnya dan harapan pengampunan ketika ia tergelincir ke dalam kesalahan atau melakukan dosa. Harapannya, dalam hal ini, akan sebanding dengan tindakan dan untuk melakukan perbuatan dan menghindari kesalahan dan dosa

وهذه الحكمة إنما تناسب العارفين الذين يشاهدون أن الأعمال كلها

من رب العالمين لملاحظتهم قوله سبحانه في كتابه المكنون:


.
Inilah Hikmah dari sudut pandangnya
'aarifiin yang melihat semua tindakan
dan perbuatan mahluk itu semua berasal dari

رب العالمين
.
Para 'arifin memandang dan memahami seluruh amal mahluk itu di liputi oleh alloh


seperti penjelasan alloh dalam firman-Nya:

{وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ .(الصافات-٩٦)}

"Dan Allohlah yang telah menciptakan kamu semua dan semua apa yang Anda lakukan [37:96]".

 فلا يعظم رجاؤهم بالأعمال الصالحة حيث إنهم

لا يشاهدون لأنفسهم عملا 

ولا ينقص عملهم في رحمة الله إذا قصروا في الطاعة 

أو اكتسبوا زللا لأنهم غرقى في بحار الرضا بالأقدار متمسكون بحبل قضاء

Para 'arifin tidak mengagungkan pengharapan pada setiap amal sholeh lahir maupun batin biarpun dengan sekira parasaan itu menyaksikan bahwasanya amal itu adalah dari dirinya, dan para 'arifin itu tidak memandang pada amalnya diri dan tidak berkurang amalnya ketika dirinya berbuat kesalahan dirinya serta selalu yaqin dalam rahmat alloh swt di setiap amal-amal yang di kerjaknnya. karena sesungguhnya para 'arifin itu telah tenggelam pada samudra kerelaan dalam ketentuanNya (rela dengan nasib dan takdir) dan selalu berpegang pada tali ketentuan alloh pada baik dan buruknya setiap amalnya ...



وان يعذب فبمحض العدل # فإن يثبنا فبمحض الفضل

Artinya :

Apabila Alloh memberi pahala kepada kita maka itu adalah murni dari anugrah-Nya, dan bila Alloh menyiksa kita maka itu adala murni keadilan-Nya

PENGALAMAN ADALAH GURU YANGTERBAIK



Pengalaman Adalah Guru Sejati dan Diri Adalah Muridnya
Ini merupakan penjelasan nasehat seorang mursyid
(pembimbing mereka yang berserah diri kepada Alloh dan kembali kepada-Nya)
untuk para muridnya.

Apa yang seharusnya diharapkan seorang anak dalam menempuh perjalanan taubat?.
Bagaimana seharusnya ia memandang perintah2 mursyidnya Diri ?
Bagaimana Sang Guru mendidiknya untuk mengendalikan hawa nafsu ?
Bagaimana ia menguji muridnya,
Dan sejauh apa kesungguhan yang harus dipersiapkan
Oleh seorang murid jika ingin dipertemukan Alloh
Dengan Bimpingan & panggilan seorang mursyid Sejati ?
Sedikit sebanyak, nasehat-nasehat  ini akan memberi penerangan pada Diri.

Apakah hujan akan turun setiap saat  ??
Tentunya tidak.
Oleh karena itu, ketika hujan sedang turun
Kalian harus sungguh-sungguh memanfaatkannya.
Dengan begitu barulah kalian dapat memperoleh manfaat dari hujan.
Dengan kata lain, apakah Sang Guru Sejati akan selamanya bersama kalian ??
Tentunya tidak. Karena itu, dalam waktu yang sedikit
Selama ia masih bersama kalian dengan Bimbingan langsung dari kejadian
Yang Murid alami , Mengerti bahwa itulah pelajaran Buat pelulusan diri .

Sebagaimana manusia yang belum berhasil memahami apapun tentang dirinya.
Bagaimana mungkin seseorang yang belum memahami apa yang ada
Di dalam dirinya dapatkah merenungkan tentang sebuah kebenaran ??

Ketika Diri terhadang oleh bahaya di hadapan & di luar Diri,
Apakah diri ini mundur / lari atau malah menyikapinya dengan Bijak.
Jawaban Itu ada pada bekal Ilmu Diri masing-masing.

Ketika kalian melihat sesuatu di belakang kalian, kalian maju.
Hanya ini saja yang dapat kalian lakukan.
Terkadang, kalian akan terjebak di antara kedua bahaya itu.
Kalian akan lari dan lari, sampai kalian tersudut.
Kalian tidak tahu bagaimana caranya mengetahui
Apa yang akan menghadang di depan kalian,
Atau apa yang menunggu kalian di belakang.
Tapi seorang Guru yang sejati tahu dan akan memperingatkan kalian.

Bahkan sebelum kalian memulai perjalanan,
Seorang pemilik kebenaran sejati yang berpengalaman
Akan tahu apa saja yang menanti di depan.
Dia akan mengatakan pada kalian,
“Ada banyak bahaya di jalan ini.
Ada banyak bahaya di jalan yang itu.
Jika kalian ke arah sini kalian akan selamat.
“ Dia mungkin akan berkata,
“Ikutilah aku, aku akan mengantarkanmu.
“ Maka kalian akan selamat.

Senin, 13 Agustus 2012

KATA-KATA HIKMAH



Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. ~ Nabi Muhammad Saw

Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. ~ Nabi Muhammad Saw

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud


Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi

Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. ~ Sayidina Abu Bakar

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan yaitu : Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna. ~ Sayidina Abu Bakar

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah

Tiada sholat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’.
Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’.
Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.
~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah

Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.
Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya. Siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’. Sedang orang yang tidak wara’ itu berarti hatinya telah mati. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah

Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah :
1. Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah.
2. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa).
3. Segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah.
4. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
~ Sayidina Utshman bin Affan

Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.

Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memaafkan.

Dengannya Allah kuburkan kedengkian, Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.

Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.

Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan keburukan.

Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.

Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina : orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.

Tiada musibah yang lebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.

Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh sebagiannya.

MASIHKAH DIRIMU AKAN MENUNTUT ALLOH ... ???



“Sepanjang anda menuntut balasan atas amal anda,
maka anda pun dituntut agar benar dalam amaliyah itu sendiri.
Maka cukuplah bagi orang yang masih ragu atas

 balasan Alloh, bahwa ia dapatkan keselamatan dari siksa.”

 Apabila Alloh swt, hendak menampakkan anugerah keutamaanNya padamu,
maka Alloh menciptakan amal bagimu, dan mengaitkan amal itu kepadamu.

 Yakni, Alloh menciptakan kemampuan untukmu untuk beramal
dan beribadah dan memberikan pertolongan agar dirimu menuju kepadaNya,
bahkan mengembalikan amaliyah itu kepadamu. 
Alloh swt, menciptakan ta’at, dan mengaitkan taat itu kepada kita,
memberi pahala kepada kita, padahal seseungguhnya itu tidak layak bagi kita.

 Anugerah luar biasa, bagaimana sampai Alloh swt,
memberikan anugerah itu, seakan-akan itu amal baik dan taat kita,
padahal itu semua ciptaan Alloh Ta’ala pada kita, bukan ciptaan kita, bukan kreasi dan ikhtiar kita.

 Disinilah Syeikh Ibnu Atho'illah as-Sakandary mengingatkan:

 “Tak habis-habisnya engkau mencaci dirimu,
manakala semua itu dikembalikan padamu.
Dan tidak habis-habisnya pujianmu manakala Alloh swt,
itu menampakkan kemurahanNya kepadamu.”

Sebab, diri kita, ditinjau dari eksistensi kita yang asli,
tak lebih dari wujud kekurangan, wujud keragu-raguan,
wujud kehinaan dan wujud kefakiran.
Sedangkan jika dipandang dari segi anugerahNya keada kita,
maka segalanya adalah wujud kebajikan dan keutamaan.

Begitu pula kelak di akhirat, manakala yang muncul adalah diri kita,
maka kita berada dalam timbangan KeadilanNya,
lalu menjadi wajar kalau KeadilanNya yang tampak,
justru kita semua masuk neraka, apa pun amal dan ibadah yang kita lakukan.
Karena dosa itu, sebesar apa pun sesungguhnya bukan menjadi
penyebab seseorang masuk neraka. Manusia masuk neraka karena keadilanNya. 

Dan jika KeadilanNya yang tampil, maka seluruh kebaikan kita tak berartri,
karena sesungguhnya buila ditimbang dengan KeadilanNya,
amal perbuatan kita, ternyata bukan dari diri kita,
bukan produksi dan ciptaan kita, namun ciptaan Alloh swt,
kehendakNya dan KuasaNya.

 Sebaliknya bila yang dimunculkan adalah Anugerah dan RahmatNya,
maka seluruh amal kita yang tampak adalah enugerah Ilahi semua,
dan disanalah tiket ke syurga, karena anugerah dan rahmatNya
pastilah menyertai perjalanan kita menuju Alloh swt.

Segala apa pun yang disadari karena bersamaNya,
anugerah dan rahmatNya, akan menjadi mudah.
Dan sebaliknya apa pun mudahnya kalau kita hanya bersama diri kita,
mengandalkan diri dan amal perbuatan kita, pastilah gagal dan mengamali kesulitan luar biasa.



Minggu, 12 Agustus 2012

BETAPA PENTINGNYA ILMU DALAM MEMAHAMI KIASAN HIDUP

                                                                      

Yang pertama adalah ilmu-ilmu yang harus diperoleh manusia dengan cara bertahap terhadap berbagai fenomena diluar dirinya / atau dalam diri. dengan ilmu-ilmu tersebut manusia diperintahkan untuk dapat memurnikannya menjadi hikmah. setelah memperoleh hikmah tersebut, manusia manusia diwajibkan untuk memurnikan berbagai hikmah kebijaksanaan tersebut menjadi pemahaman kesempurnaan tauhid jadi tidak terjebak pada keilmuan itu sendiri.

 Kronologi proses diatas memerlukan dua tahapan atau dua hal sehingga manusia dapat memperoleh pemahaman kesempurnaan tauhid, 
Cara mendapatkannya secara bertahap, kemudian hasilnya diproses lebih lanjut secara batiniah. 
Nah untuk memprosesnya dibutuhkan usaha untuk memurnikan ilmu-ilmu menjadi hikmah, dan hikmah menjadi pemahaman kesempurnaan tauhid.

 Untuk mendapatkan kemampuan memurnikan ilmu dan hikmah tersebut manusia membutuhkan penyucian jiwa. Penyucian jiwa diperlukan untuk mendapatkan hidayah dari Alloh, Hidayah adalah tuntunan yang bersifat pemberian mutlak.

Hidayah dapat pula dikatakan sebagai Tauhid yang fitrah. Fitrah karena merupakan pemberian mutlak dari Allah tanpa perlu manusia tersebut melakukan usaha. Akan tetapi manusia baru dapat mengapresiasi Hidayah atau Tauhid yang bersifat pemberian mutlak tersebut dengan sempurna jika ia mampu menyelaraskan atau menghubungkan antara hidayah atau potensi Fitrah yang ada di dalam dirinya tersebut dengan fenomena-fenomena yang berada di luar dirinya.

Atau dengan kata lain tauhid yang telah ada dalam diri manusia tersebut belum mencapai kesempurnaan sebelum manusia tersebut mampu menghubungkan tauhid yang merupakan pemberian Alloh secara mutlak dan telah ada di dalam dirinya tersebut dengan pembuktian tauhid melalui fenomena-fenomena ciptaan Alloh yang berada di luar dirinya. Untuk menghubungkannya dibutuhkan ilmu.

 Dengan cara memahami keadaan yang ada  , dengan tujuan menemukan hubungan atau keselarasan antara Potensi Fitrahnya dengan fenomena-fenomena yang berada di luar dirinya, manusia akan mampu menghayati potensi fitrahnya sendiri. 

Potensi fitrah manusia juga lebih sering oleh kalangan luas disebut dengan hati nurani.
Oleh karena itu seiring dengan perjalanan hidupnya manusia harus selalu tetap menjaga keadaan hatinya. Sedikit banyak diperlukan pula ilmu kognitif dan hikmah supaya manusia selalu dapat tetap fitri dengan cara mampu menjaga keadaan hatinya selalu bersih. ilmu dan hikmah sedikit banyak akan membantu menuntun manusia untuk terbiasa mengikuti insting ilahiahnya, insting tersebut akan menghindarkan manusia dari segala hal yang akan menjauhkan atau menghalangi manusia itu sendiri dari mendapatkan hidayah atau tuntunan langsung dari Alloh.
                                                                            
                                                                          
Akhirnya dapat ditangkap maknanya bukan
bermakna duka tapi justru menunjukkan betapa besarnya
Kebesaran dan Kekuasaan Alloh kepada hamba-hamba-Nya,
Makhluk-makhluk material ini.
sedikit banyak carita tersebut dapat menjadi arah 
dan sedikit petunjuk menuju keimanan bagi yang
mampu menangkap maksudnya, demikian Cerita tersebut:

Kehendak-Ku (Alloh) terwujud dengan penciptaan-Ku 
akan makhluk-makhluk-Ku.
Kehendak adalah satu diantara ketakterhinggaan sifat-Ku. 
Tapi merupakan sifat-Ku yang paling tidak dominan.
Sifat-Ku yang dominan dan mendasari semua sifat-sifat-Ku
adalah kebesaran-Ku yang meliputi segalanya
dan ketakterbatasan-Ku.
Kebesaran-Ku dan ketakterbatasan-Ku
adalah dasar manifestasi semua sifat-sifat-Ku.
Oleh karenanya zat-Ku meliputi seluruh
semesta ruang dan keberadaan, 
sehingga sebenarnya tidak ada itu kekosongan. 
Pada hakikatnya terdapat dzat-Ku dimanapun
dan berada di manapun termasuk di ‘ruang’

yang dalam pandangan indera dan pikiran manusia adalah ruang kosong. 
Oleh karena itu sebenarnya tidak ada itu ruang kosong.
Hanya saja dalam dunia materi ini, 
Aku mengghaibkan dzat-Ku dihadapan indera,
perasaan dan pikiran makhluk-Ku. 

Apabila Aku berkehendak dzat-Ku untuk ghaib maka
kehendak manusia untuk mengindera-Ku
jelas tak akan mampu terlaksana. 
Ibarat orang yang main petak umpet.

Orang tidak tampak oleh si pencari karena bersembunyi. 
Aku sengaja bersembunyi karena memang Ku-
kehendaki diri-Ku tidak terlihat oleh si pencari.
bagaimana jika Aku yang berkehendak untuk bersembunyi (tak terlihat)?,
maka kehendak-Ku untuk menggaibkan dzat-Ku 
dari indera dan pikiran manusia berada diatas kehendak,
pikiran dan segala usaha manusia untuk melihat dzat-Ku. 
Karena Aku mengetahui apa isi, perasaan, pikiran,
dan kehendak manusia sebelum kehendak
manusia itu menyadari-Ku.

Ibarat kecepatan cahaya pun bagaikan
kecepatan yang paling lambat bahkan berhenti,
tak memiliki kecepatan dihadapan-Ku.
Cahaya tak mampu menyentuh-Ku.
Ibarat orang berenang yang berpindah di air,
air mengalir ke tempat yang telah ditinggalkan
oleh orang yang berpindah itu,
dan tempat yang dulu ditempati air
sekarang ditempati oleh orang itu.
Tapi orang yang berenang itu masih sedikit dapat
merasakan air melalui gesekan aliran air dengan tubuhnya.
Air selalu beradaptasi menyesuaikan dengan bentuk sekitarnya.

Tapi udara bisa lebih lembut lagi,
udara lebih tidak terasa oleh manusia yang berada di dalamnya.
Tapi bagaimana jika dzat-Ku yang menyelimuti segala yang terindera manusia ini? 
Jelas tidak akan mampu dirasakan bahkan tidak hanya oleh indera peraba 
manusia tapi juga oleh pikiran dan kehendak manusia. 

Tapi bahkan tidak seperti itu, Aku lebih dari itu.
Aku tidak seperti udara ataupun air yang memerlukan berpindah.
Tidak mungkin Aku memerlukan berpindah,
Dzat-Ku maha kuasa. Berarti hamba-hamba-Ku, kalianlah yang semu.
Jika kalian berpindah maka kuasa-Ku
yang membentukmu di suatu tempat Aku hentikan, 
dan Aku tampakkan kuasa-Ku untuk menegakkan kalian
di tempat lain dimana kalian berpindah.

Tapi bahkan lebih dari itu, segala bentuk dan makhluk ciptaan
serta kehidupannya di alam material atau
inderawi ini pada hakikatnya adalah ilusi-Ku.
Yang ter-Ghaib menurut indera hamba-hamba-Ku
sebenarnya justru diri-Ku, Sang Hyang Nyata. 
Sedangkan yang tampak diantara indera kalian
sendiri sebenarnya adalah justru yang tidak nyata. 

Manusia yang mempunyai iman kepada-Ku
mampu menyadari keberadaan-Ku 
walaupun tidak terjangkau oleh indera, perasaan dan pikirannya.
Sementara yang ingkar kepada-Ku tidak akan percaya segala
sesuatu yang tidak terdeteksi oleh indera, perasaan dan pikirannya.

Sabtu, 11 Agustus 2012

NYANYIAN TEMBANG KEMATIAN SEMAKIN MENDEKATKAN PADA QIYAMAHMU


Aku menyeru padaMu, kematian!,
Untuk jiwa-jiwa yang bersaksi dan telah sampai, 
dan bergabung sebagai saksi dalam keabadian!,
Aku memekik pada diriku!, Kematian!,
Bagi hati, setelah sekian lama hampa dari ungkapan
yang terhimpun dalam samudera kearifan,
Aku memekik padaMu, Kematian!,

Bagi firman Tuhan, sejak waktu digoreskan,
dan hanya kefanaan yang nampak dalam bayangan kita,
Aku berseru padaMu, Kematian!,
Bagi penyingkapan dihadapan kepatuhan
dan menyerahkan semua pembicaraan yang bisa dipahami,
Aku berseru padaMu, Kematian!,
Untuk perlambang-perlambang yang menyearah
diselubungi oleh kecerdasan-kecerdasan, dari mereka,
semua tanggal dalam kehancuran,
Aku berseru padaMu, Kematian!,
Atas nama CintaMu, bagi keteguhan moral mereka
yang menegakkan bingkai-bingkai untuk dipatuhi,
Mereka yang seluruhnya telah melintasi
padang pasir tanpa meninggalkan jejak, 
dan dibelakang mereka,
kerumunan orang ditinggalkan mengigau,
Lalu buta daripada binatang,
pun lebih buta daripada gerombolan



===========(oooOoo)==========

 Semua Ada dalam hatiku, 
dengan keADAanKu
hasrat-hasrat itu Telah melahirkan Kenyataan Yang Ada ,
tapi semuanya sirna sejak aku melihatMu,
Ada yang iri, cemburu padaku, aku hanya makhluk,
Engkaulah Rajaku,
Kekasih dan musuhku selalu mencelaku karena cintaku padaMu,
karena mereka lali terhadap besarnya ujian terhadap diriku,
Wahai dunia dan agamaku, aku tinggalkan bagi manusia agama
dan dunia mereka, karena aku sibuk dengan cintaku padaMu,
Engkau nyalakan dua api didalam hatiku,
yang satu menyala diantara tukang igaku,
dan yang lain diantara dinding tenggorokanku,
Di setiap aku ingin minum karena haus,
aku selalu melihat bayang-bayangMu tergambar di air itu,
Dihatiku kurasakan api lebih dingin daripada salju,
dan tajamnya pedang lebih menyenangkanku
daripada berpisah dengan kekasihku.

TERLEPASNYA JIWA KELANA



Penglihatanku, dengan menggunakan mata ilmu,
mengikuti kejernihan rahasia pikiranku,
Sebersit cahaya telah menyembul dalam kesadaranku,
lebih kuat daripada secuil angan-angan,
Dan aku menyibaknya,
Perenungan itu menggelincirkanku seperti melesatnya sebah anak panah,
Jiwaku berbalik, berbulu hasrat, diatas sayap-sayap kehendak,
Sambil ditunjukkan, jika mereka menanyaiku,
aku mena'biri dibawah misteri teka-teki,
Istilah-istilah yang lepas melampaui semua batasan,
mengembarakanku dalam ladang yang menghampar,
Sambil memandang kedalam air yang jernih bagai cermin,
dan aku tak mampu melihat bayangan wajahku disana,
Aku beringsut maju, melakukan penawaran dihadapanNya
, berpegangan sambil menjuntaikan tangan penyerahanku,
Dan cintaku telah melekat padaNya,
dalam hatiku seperti besi yang membara dalam hasrat,

O, betapa dalam...!,
Dan naluri jiwaku menerbangkan diriku,
Dan aku menemukan betapa dekatnya Ia hingga aku lupa namaku.

=============(oooOooo)===============

Ilmu apa saja yang ditemukan oleh manusia sudah pasti
merupakan hasil pencerahan ruhani penemunya
dalam membaca objek yang mereka amati.
Pencerahan ruhani tersebut jelas mempengaruhi juga otak,
pikiran dan kejiwaan bahkan raga manusia tersebut,
sehingga bisa kita amati bagaimana karakter,
wajah dan sikap orang – orang yang telah menemukan ilmu tersebut,
mereka pasti mempunyai aura sinar wajah, sikap hidup,
pemikiran, dan perjalanan hidup yang sangat berbeda
dengan manusia kebanyakan,
begitu juga benturan – benturan hidupnya.

PANGGILAN KEBAQO'ANMU

Dalam kebaqo'anMu



> Menjadi wahana ruhaniNya menjadi dominan, sehingga
> kesadarannya hilang, sebagaimana mereka yang sedang
> jatuh cinta di puncaknya, atau mereka yang sedang
> terkejut dalam waktu yang lama .....

Betapapun bumi ini begitu hampa dariMu,
untuk mereka tegakkan kembali,
mereka mencariMu dilangit ?,
Dan Kau melihat mereka,
yang melihatMu dari sisi luarnya,
tapi mereka tiada menemukanMu
dalam kebutaan penglihatan mereka ...
Engkau Yang maha Wujud ...
Tak tanpak Oleh mereka ...
Engkau Yang Maha melihat
Tak di mengerti dengan pandangan mereka

OoH ...

Kasihan sekali Engkau yang Maha Ghaib
Hanya Namamu yang engkau perkenali
Sedang itu bukan Dilalah CahayaNya ...


Sesekali jangan,berguru pada guru

gurulah sekedar guru

sesekali jangan, membhiksu pada bhiksu

bhiksulah sekedar bhiksu

sesekali jangan, memendeta pada pendeta

pendetalah sekedar pendeta

sesekali jangan menabi-nabi, mewali-wali

nabilah sekedar nabi

walilah sekedar wali

sesekali jangan memanusia

manusiawilah manusia

Temuilah sanG Guru jati

Agar manusiawi

Bila ia...jelmakan gurU

Dalam tiap Ingatanmu

Bukan itu yang bernama

Mudzakaroh ......

Karena itu bukan Tujuan Munajah

Saat ia jubahkan bhiksU

Saat ia perankan pendetA

Ketika ia berpakaian nabI

Ketika ia bersenyum walI

Temu guru jadi guru

Temu Bhiksu jadi bhiksu

Dekat pendeta jadi pendeta

Dekat nabi jadi nabi

Kawan wali jadi wali

DIAlah sang wajibul wujud sejati

=========(oooOooo)========

Sesungguhnya Diri ini adalah milik rajanya manusia yakni Tuhan Yang Maha Esa,
Sedangkan Tuhan telah meniupkan sedikit Ruh Nya kedalam diri manusia itu sendiri.
Maka, barang siapa manusia yang bisa sampai pada
kesadaran batin terdalamnya yakni Ruhnya,
ia akan mendapatkan pencerahan ruhani.
Dengan ruhani yang cerah manusia tersebut akan naik derajatnya,
sebab untuk mencapai kesadaran Raja / Ruh dalam diri,
manusia harus terlebih dahulu mengikis nafsu – nafsu
yang menyelimutinya, mulai dari lawamah, amarah, sufiah dan mutmainah....
kenalilah ayat-ayatNya denganNya ... salam santun semuanya


KERINDUAN PADA SANG MAHA BENAR



Sang maha benar itu diluar jangkauan lingkaran wilayah hakikat. 
wilayah hakikat tidak bisa dicapai lewat pemikiran.

dan sang maha benar
tidak bisa digambarkan atau di jelaskan dengan simbol dan bahasa apapun.

dan beliau banyak bicara tentang perjalanan isra mi'raj nabi muhammad
, ke luar dunia , melewati dunia luar , keluar lagi di luar dunia
manusia dan jin , sampai sidratul muntaha.

Berapa lama kau tenggelam dalam lautan dosa,
sementara banyak orang yang tidak kau ketahui melihatmu,
Engkau gelari dirimu dengan gelar wira’i dan taqwa,
sedangkan perbuatanmu adalah perbuatan orang
yang mengikuti hawa nafsu dan angkara,
Wahai orang yang bermalam dan terasing dengan dosa-dosa,
mata Tuhanmu melihatmu dengan jelas dan nyata,
Apakah engkau mengharapkan ampunan dari seluruh dosa-dosamu
sementara kamu tidak pernah berusaha mencari ridhoNya,
Sehingga darah saudaramu rela kau tumpahkan demi tujuan kebenaranmu
Apakah itu yang kau anggap sebuah kebenaran ....
Mampukah dirimu membaca kehendak alloh dibalik 
Semua yang di CiptakanNya ....



Segeralah bertaubat sebelum datang kematian dan
hari bertemunya seorang hamba dengan balasan perbuatan yang telah dia lakukan,

Apakah gembira dan senang dengan banyaknya kesalahan dan dosa-dosa,
lalu engkau lupakan Tuhanmu Yang Maha Esa.
Yang selalu Engkau serukan Asma-Asmanya 

===========
======(oooOooo)=====
===========

Mendirikan sendiri..adalah Kewajiban
> Sudah menjadi fenomena sejak dulu. Meskipun paham dan
cara
> berbeda. " dengan kedewasaan diri "…seyogyanya
> Kita tetap berteman dengan baik , tetap
> bersilahturahim… dengan manis & cantik.
>
Ada versi dalam ISLAM , juga ada ajaran yang universal.
> Syari'at suatu agama tidak dapat dipaksakan . Agama
sangat
> pribadi, menyembah Alloh lebih pribadi lagi. Ada semacam
> ukuran agar terus maju & belajar.., yaitu apakah yang dipelajari dan
> dituju , yaitu cahaya diatas cahaya ( Nurrun 'ala Nurrin )
> , masuk ke dalam seribu cahaya bulan purnama , atau
masuk
> kedalam Nirwana Dengan panggilanNya

SECANGKIR KOPI KEMATIAN DARI AL-HALLAJ

THO'~SIN



Misbah Kenabian


Sebuah misbah menyala dari cahaya Sang Dzat Yang Tak Terlihat.
Ia menjulang, jauh melampaui misbah-misbah yang lainnya. 
Ibarat bulan, ia biaskan Kemilaunya atas bulan-bulan yang lain.
Ialah Gemintang yang berumah dibiduk Kehidupan.
Alloh memberinya nama yang
"Tak tertulis," 
seperti tergambar dalam keinginanNya. 
Nama yang yang ditahbiskan oleh Keagungan Kasih Sayang_Nya.
Nama itu bernisbat di Makkah,
tempat Ia berdiam diri dalam Kehadiran_Nya. 

Sekali Ia kukuhkan Keperkasaannya, terangkatlah segala beban
"Yang telah membuatmu menderita."
Maka, sebagaimana Alloh menyingkapkan badr (tirai),
segeralah purnama terbit dari balik awan berkabut Yamaamah,
dari balik bukit Tuhaamah (Makkah).
Kilau kemilau sang Misbah seolah serta merta tercurah dari Mata-Air
Ketuhanan Yang Maha Pemurah.

Ia jelas tidak bicara tentang banyak hal
kecuali dengan cakrawala pandangan yang luas. 
Dan tak akan berbuat apa-apa kecuali
mengikuti kebenaran yang Ia lakukan. 

Dirinya senantiasa ada dalam Hadirat Alloh,
lalu membawa segalanya pada-Nya. 
Ia memandang; dan karenanya Ia ada.
Ialah yang kemudian diutus sebagai penunjuk jalan.
Menggariskan mana saja yang layak umat manusia lakukan.

Tak ada seorangpun yang dapat melihat Misbah itu,
selain Orang Yang Tulus (Siddiq),
yang berkali-kali semenjak dulu menegaskan kebenarannya.
Menyertainya hingga tak ada Tabir yang memisahkan mereka.



Tak seorang Arif pun yang mengetahui jejaknya bersedia
mengabaikan hakikat kualitas Misbah itu.
Kualitas cahaya itu hanya terlihat jelas bagi siapa yang Alloh kehendaki. 

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

"Mereka itulah orang-orang yang kami turunkan Kitab..., meski ada diantara sebagian mereka yang menyembunyikan kebenaran, padahal mereka menyadarinya." 


مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ

"Kami tiada menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar, dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling, dari apa yang diperingatkan kepada mereka."


Cahaya-cahaya kenabian memancar dari cahaya sang misbah,
yang bersumber dari cahaya Dzat Yang Misterius.
Diantara cahaya-cahaya itu,tak ada yang lebih cemerlang,
lebih berseri-seri, atau lebih tak tercipta-daripada-
ketakterciptaan dibanding cahaya Sang Pemilik Kedermawanan.

'Apabila kau berlari menghindar dari langkah dan petunjuk-Nya,
jalan manakah yang hendak kau tempuh, 

oh kau yang merana?
Puncak dan tujuan akhir para filsuf, tak lain, adalah sehimpunan isyarat
yang tiba melalui kebijaksanaan-Nya.

Jika segerombolan penghalang mengerubutimu,
dan jika kekecewaan memotong lamgkah dan harapanmu,
Kenakanlah perisai kehinaan ditangan kirimu,
sambil tangan kananmu memegang erat pedang airmata,
Hati-hatilah, jaga dan awasi dirimu daripada bahaya
dan penghianatan terselubung,
dan juga jika dalam kegelapan, demi kejernihan jiwa yang damai,
Katakanlah pada sahabat, lihatlah kemalanganku!,
sampaikan maaf sebelum hari kiamat!,
Atas nama cinta, jangan lagi berpaling, kecuali dengan mengganti anugerah.

=======(oooOooo)=======

 "Sayangilah sesamamu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri,
Sayangilah Tuhanmu dengan sepenuh hatimu"

==============
=======
=============

WASHIYAT DARI 5 PERINTIS ISLAM



 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيما

 Sesungguhnya Alloh dan Malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersholawat salamlah kepadanya. 



Saiyyidina Rosulillah Saw. bersabda :
Sepuluh macam orang dari ummatku Mereka telah kafir namun
merasa dirinya muslim karena belum mengetahui hakikat keislaman itu apa dan muslim yang
membunuh muslim tanpa alasan haq dari hukum alloh.


Ahli sihir, sebagaimana dikecam Al-Qur’an

Suami yang tak curiga terhadap istrinya

Orang yang enggan mengeluarkan zakat harta bendanya

Peminum minuman yang memabukkan

Orang yang telah wajib haji namun belum juga melaksanakannya

Penyebar fitnah dengan segala kebohongan

Penjual senjata pada pengacau keamanan

Menyetubuhi istri pada anusnya

Dan menikahi perempuan yang jelas mahramnya

Apabila mereka mengira Perbuatan-perbuatan tersebut

diperbolehkan agama Maka sungguh kufurlah mereka.


Apabila mereka mengira Perbuatan-perbuatan tersebut diperbolehkan agama Maka sungguh kufurlah mereka.




Saiyyidina Rosulillah Saw. bersabda pula :


Tidak dikatakan beriman, para makhluk Tuhan
Sehingga mereka saling berkasih-sayang
pada sesama mahluk alloh .


Tidak dikatakan mereka berkasih-sayang
Sehingga mereka menjalankan perintah Alloh
Tidak di katakan menjalankan perintah alloh
Sehingga mereka menjadi ilmuwan ('aalim)

Tidak dikatakan mereka ilmuwan
Sehingga ilmunya benar-benar
mengamalkan dalam keseharian

Tidak dikatakan mereka mengamalkan
Sehingga mereka menjauhi cinta kebendaan (dunia)

Tidak dikatakan menjauhi cinta kebendaan
Sehingga mereka dipenuhi sikap kehati-hatian
(waspada & mawas diri)


Tidak dikatakan penuh sikap kehati-hatian
Sehingga mereka rendah hati
TIdak dikatakan mereka rendah hati
Sehingga mereka memahami dirinya sendiri

Tidak dikatakan memahami diri sendiri sehingga
mereka benar-benar sirna dalam DiriNya ......

Saiyyidina Abu Bakar assiddiq

Apabila seseorang telah dianugrahi
Sepuluh anugrah dari Ilahi Sungguh
ia telah dilindungi Dari malapetaka
yang menyelimuti Dan termasuk hamba
yang dekat dengan Ilahi
Serta memperoleh penghargaan “orang suci”




Pertama, kejujuran abadi disertai ketulusan hati

Kedua, kesabaran sempurna disertai rasa syukur sepanjang masa

Ketiga, kondisi fakir disertai sikap zuhud yang selalu hadir

Keempat, tafakur tentang makhluk disertai lapar yang mengetuk

Kelima, kegelisahan jiwa disertai ketakwaan pada Sang Esa

Keenam, kesungguhan hati disertai sifat rendah hati

Ketujuh, ramah tamah disertai sayang dan penuh kasih

Kedelapan, cinta sejati disertai upaya mawas diri

Kesembilan, ilmu manfaat disertai kemauan untuk berbuat

Kesepuluh, iman yang teguh disertai akal yang kukuh



Saiyyidina Umar bin Khoththob r.a. mengatakan :




Akal akan binasa, tanpa usaha menjauhi dosa

Pekerjaan akan sia-sia tanpa didasari ilmu yang berguna

Kekuasaan akan sirna bila keadilan tidak tercipta

Jabatan tiada gunanyatanpa pekerti yang mulia

Kebahagiaan tiada artinya tanpa adanya hati yang rela

Kekayaan akan binasa apabila tak pernah diderma

Kefakiran akan nestapa tanpa adanya jiwa lapang dada

Kejayaan takkan tercipta tanpa rendah diri hati sang penguasa.

Perjuangan takkan lama tanpa upaya terus membina

Dan keuntungan tak akan seberapa tanpa didukung iman dan takwa

Saiyyidina Utsman bin Affan r.a. berkata :



Sungguh sia-sia Orang alim yang

tidak dimanfaatkan Ilmu yang tidak

disosialisasikan Pemikiran benar yang

dikesampingkan Pedang yang tidak

dipergunakan Dan umur panjang yang disia-siakan



Saiyyidina Ali bin Abi Tholib r.a. berkata :


Sebaik-baik warisan adalah ilmu yang berguna

Sebaik-baik tindakan adalah akhlak yang mulia

Sebaik-baik bekal adalah takwa

Sebaik-baik dagangan adalah taat beragama

Sebaik-baik sahabat adalah perilaku utama

Sebaik-baik pendamping adalah sikap bijaksana

Sebaik-baik kekayaan adalah jiwa lapang dada

Sebaik-baik pertolongan adalah petunjuk yang sebenarnya

Dan sebaik-baik guru adalah kematian yang akan tiba


 اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد النور الذاتي والسر اساري سره

في حميع الأثار والأسماء والصفات وسلم تسليما


  .. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُولِكَ صَلاَةً مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَمَا أَمْرْتَ أَنْ

نُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ حَتَّى لاَ يَبْقَى مِنْ صَلاَتِكَ شَيْءٌ ،

وَارْحَمْ مُحَمَّداً حَتَّى لاَ يَبْقَى مِنْ رَحْمَتِكَ شَيْءٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ حَتَّى لاَ يَبْقَى مِنْ

بَرَكَاتِكَ شَيْء .ٌ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَأَفْلِحْ وَأَنْجِحْ وَأَتِمَّ وَأَصْلِحْ وَزَكّ وَأَرْبِحْ وَأَوْفِ

وَأَرْجِحْ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ وَأَجْزَلَ الْمِنَنِ وَالْتَّحِيَّاتِ عَلَى عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا

وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي هُوَ فَلَقُ صُبْحِ أَنْوَارِ الْوَحْدَانِيَّةِ ، وَطَلْعَةُ

شَمْسِ الأَسْرَارِ الرَّبَّانِيَّةِ ، وَبهْجَةُ قَمَرِ الْحَقَائِقِ الصَّمَدَانِيَّةِ ، وَحَضْرَةُ عَرْشِ الْحَضَرَاتِ

الرَّحْمَانِيَّةِ .. نُورُ كُلِّ رَسُولٍ وَسَنَاهُ .. " يس . وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ . إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ .


عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ " .. سِرد كُلِّ نَبِيٍّ وَهُدَاهُ " ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ " ، وَجَوْهَرُ


كُلِّ وَلِيٍّ وَضِيَاهُ " سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ "


.. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الْعَرَبِيِّ الْقُرَشِيِّ الْهَاشِمِيِّ الأَبْطَحِيِّ

التِّهَامِيِّ الْمَكِّيِّ صَاحِبِ التَّاجِ وَالْكَرَامَةِ صَاحِبِ الْخَيْرِ وَالْمَيْرِ ، صَاحِبِ السَّرَايَا

وَالْعَطَايَا وَالْغَزْوِ وَالْجِهَادِ وَالْمَغْنَمِ وَالْمَقْسَمِ ، صَاحِبِ الآياتِ وَالْمُعْجِزَاتِ وَالْعَلاَمَاتِ

الْبَاهِرَاتِ ، صَاحِبِ الْحَجِّ وَالْحَلْقِ وَالتَّلْبِيَةِ ، صَاحِبِ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَالْمَشْعَرِ الْحَرَامِ

وَالْمَقَامِ وَالْقِبْلَةِ وَالْمَحْرَابِ وَالْمِنْبَرِ ، صَاحِبِ الْمَقَامِ الْمَحْمُودِ وَالْحَوْضِ الْمَوْرُودِ

وَالشَّفَاعَةِ وَالسُّجُودِ لِلرَّبِّ الْمَعْبُودِ ، صَاحِبِ رَمْيِ الْجَمَرَاتِ وَالْوُقُوفِ بِعَرَفَاتٍ ،

صَاحِبِ الْعَلَمِ الطَّوِيلِ وَالْكَلاَمِ الْجَلِيلِ ، صَاحِبِ كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَالصِّدْقِ والتَّصْدِيق


 " سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ " بِانْعِطَافِ رَأْفَةِ الرَّأْفَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ مِنْ عَيْنِ عِنَايَتِهِ "

فَضْلاً مِنْ رَبِّكَ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ " فِي مَحَاسِنِ قُصُورِ ذَخَائِرِ سَرَائِرِ " فَلاَ تَعْلَمُ

نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ " فِي مِنَصَّةِ مَحَاسِنِ خَوَاتِم

ِ" دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ

الْعَالَمِينَ
".








PENCARIAN HIDUP MENUJU KEKASIH SEJATI

JANGAN SUKA MENGANGGAP SESUATU YG TIDAK COCOK ITU ADALAH SESAT NAMUN SIKAPILAH SAMPAI KAU BENAR'' MEMAHAMINYA ...

KARENA JIKA KAU MENILAI CIPTAANNYA MAKA NISTALAH DIRIMU ... KARENA ALLOH MAHA MENILAI PADA APA'' YANG KAU SANGKAKAN











AlkisAnnabila