TANBIIH

الحَمـْدُ للهِ المُــوَفَّـقِ للِعُـلاَ حَمـْدً يُوَافـــِي بِرَّهُ المُتَـــكَامِــلا وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ثُمَّ الصَّلاَةُ عَلَي النَّبِيِّ المُصْطَفَىَ وَالآلِ مَــــعْ صَـــحْــبٍ وَتُبَّـاعٍ وِل إنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا تَقْوَى الإلهِ مَدَارُ كُلِّ سَعَادَةٍ وَتِبَاعُ أَهْوَى رَأْسُ شَرِّ حَبَائِلاَ إن أخوف ما أخاف على أمتي اتباع الهوى وطول الأمل إنَّ الطَّرِيقَ شَرِيعَةٌُ وَطَرِيقَةٌ وَحَقِيقَةُ فَاسْمَعْ لَهَا مَا مُثِّلا فَشَرِيعَةٌ كَسَفِينَة وَطَرِيقَةٌ كَالبَحْرِ ثُمَّ حَقِيقَةٌ دُرٌّ غَلاَ فَشَرِيعَةٌ أَخْذٌ بِدِينِ الخَالِقِ وَقِيَامُهُ بَالأَمْرِ وَالنَّهْيِ انْجَلاَ وَطَرِِيقَةٌ أَخْذٌ بِأَحْوَطَ كَالوَرَع وَعَزِيمَةُ كَرِيَاضَةٍ مُتَبَتِّلاَ وَحَقِيقَةُ لَوُصُولُهِ لِلمَقْصِدِ وَمُشَاهَدٌ نُورُ التّجَلِّي بِانجَلاَ مَنْ تصوف ولم يتفقه فقد تزندق، ومن تفقه ولم يتصوف فقد تفسق، ومن جمع بينهما فقد تحقق

hiasan

BELAJAR MENGKAJI HAKIKAT DIRI UNTUK MENGENAL ILAHI

Rabu, 16 Mei 2012

LANJUTAN PENGERTIAN WUJUD HAQ


3– MA’ANI :  Maksudnya sifat MA'ANI : Sifat yang di wajibkan bagi dzat Alloh suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Alloh

فكل صفات الموجودة القائمة بموجودة أوجبت له حكم 

adapun semua perkara yang bersifat wujud dan wujudnya sebab di adakan oleh alloh itu di wajibkan bersandar (idlofi / ma'nawiyah ) pada hukumnya alloh (di liputi ) sifat ma'ni ini tdak akan bisa terpisah pada sifat ma'nawiyah ...


وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ عَلِيماً قَدِيراً

”Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Alloh baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (al-Fatir: 44)

adapun Sifat ma'ani ini terdiri dari tujuh sifat,

1- Qudrat : maha kuasa

 صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالي يحصل بها ايجاد الممكن و إعدامه على وفق الإرادة فالله سبحانه و تعالى هو القادر على كل شيئ المنفرد بالايجاد و الإعدام قال الله تعال

sifat pasti ada pada dzat Alloh yang Wajib dengan kekuasaan-NYA Dia berkuasa  atas seluruh mahlukNYA atau kuasa meniadakan segala sesuatu ... Kekuasaan-NYA yang tidak terbatasi oleh apapun.. Kekuasaan-NYA meliputi terhadap segala sesuatu pada mahluknya ... Dia kuasa untuk mewujudkan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-NYA atau Dia juga kuasa untuk meniadakan segala sesuatu yang dikehendaki-NYA... 

ان الله علي كل شئ قدير


sesungguhnya Alloh maha kuasa pada seluruh mahluknya
dan sifat Qudrat alloh ini mustahil akan sifat AJZUN : APES ,Tidak kuasa  


2- Iradah : MAHA BERKEHENDAK 

 صفة قديمة قائمة بذاته تخصص الممكن ببعض ما يجوز عليه كالعلم و الجهل و الطول و القصر و نحوها فالله سبحانه و تعالى هو المبدئ المعيد الفعال لما يريد لا راد لامره

sifat Alloh berdiri dengan dzat-NYA dan menentukan sesuatu dengan kemungkinan-NYA kehendakNYA sendiri . Dalam arti lain bahwasanya  Alloh mungkin (boleh atau tidak boleh) berkehendak untuk bertindak atau menentukan segala sesuatu sesuai keinginan-NYA. Alloh memiliki kehendak yang sangat luas dan tidak di batasi dengan kehendak mahluknya...


Dia mungkin berkendak memberikan kekayaan kepada orang yang Dia kehendakinYA dan Dia bisa pula mencabut kekayaanNYA.


Dia mungkin berkehendak memberi kemuliaan kepada orang yang Dia kehendaki dan pula Dia mungkin mencabut kemuliaannya. Di tangan Alloh segala kehendak pada seluruh hambaNYA ... tanpa terkecuali,

والله فعال لما يريد


Adapun sifatnya alloh itu dzat yang mengerjakan pada pada perkara yang alloh kehendaki 



 إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَآ أَرَدْنَاهُ أَن نَّقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

” Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (an-Nahl: 40)


 Manusia juga berkehendak, tapi kehendak manusia adalah terbatas pada kemampuannya sendiri. Manusia boleh berkehendak, namun Alloh juga yang menentukan hasilnya.


Berapa banyak seseorang berkehendak menginginkan sesuatu tapi ia tidak memperolehnya karena Alloh berkehendak yang lain. Bercita cita adalah suatu hal yang baik tapi keberhasilan cita cita itu berada pada kehendak Alloh.


Di atas kehendak manusia masih ada kehendak Alloh.
 Adapun lawan dari sifat Iradah adalah Karahah yang mempunyai makna terpaksa, maksudnya mustahil Allah berbuat sesuatu karena dengan paksaan atau terpaksa atau tidak dengan keinginan dan kehendak-Nya sendiri....

 3- Ilmu : maha mengetahui

 صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى ينكشف بها المعلوم على ما هو به من غير سبق خفاء فالله سبحانه و تعالى يعلم كافة الاشياء إجمالا و تفصيلا

sifat Alloh yang qadim (dahulu) dan berdiri dengan dzat-NYA,,, dimana wujud segala sesuatu yg bisa diketahui oleh Alloh seluruhnya dengan nyata tanpa tertutup oleh apapun baik yang ghaib / yang nyata . Dalam arti lain Alloh adalah dzat yang Maha Menciptakan,,,


dan sudah tentu pasti alloh mengetahui segala sesuatu yang diciptakan-NYA  secara keseluruhan secara terperinci ,


Alloh mengetahui dengan jelas semua perkara yang bersangkutan dengan ciptaan-NYA tanpa ada perbedaan apakah itu nampak, apakah itu tersembunyi atau apakah itu samar samar.


Semua diketahui-NYA ,,,

 وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan Alloh memiliki kunci semua yang ghaib ,,,tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) [Al An’aam:59]


والله كل شئ عليم


Dan alloh adalah dzat yang maha mengetahui pada seluruh sesuatu yang ada (mahluk) 
 Segala yang ada di alam raya ini, baik yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun yang tersembunyi, pasti diketahui Alloh.


Ilmu Alloh maha luas, begitu luasnya sehingga jika seluruh air di lautan ini dijadikan tinta untuk menulis ilmu Alloh maka ia tidak akan mampu menulisnya
 Adapun kebalikan sifat al-’ilmu adalah al-jahlu yang berarti bodoh  Mustahil bahwa Alloh itu bodoh atau tidak mengetahui atas apa yang diciptakan.


Alloh Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Sedangkan manusia hanya bisa melihat, mendengar dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meskipun hanya seekor semut.
 Kita sering kagum atas ilmu yang dimiliki manusia di dunia ini. Kita sering ta’ajub akan kecanggihan teknologi yang diciptakan manusia.


Tapi kadang kadang kita tidak sadar, bahwa ilmu yang kita saksikan itu hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Alloh pada manusia

4- Hayat : MAHA HIDUP 

 صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى تصحح لمن قامت به إن يتصف بالقدرة و الإرادة و العلم والسمع والبصر والكلام فالله سبحانه وتعالى متصف بحياة لا تشبه حياة المخلوقي
 
Adapun dzatnya Alloh itu Maha Hidup, dan hidup Alloh adalah kehidupan kekal & abadi,, tidak pernah musnah dan tidak akan mati. Dia memiliki tujuh sifat yang teratur yaitu sifat Qudrat, Iradat, Ilmu, Sama’, Bashar dan Kalam yang berlangsung terus, abadi dan tidak musnah,,,

اللَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

”Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Alloh tanpa izin-Nya.



Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar” (al-Baqarah: 255)
 Dzat Alloh hidup tidak bergantung dengan yang lain, sedang manusia hidupnya sangat bergantung dengan yang lain (alloh) 

وتوكل علي الحي الذي لا يموت أبدا


Dan berpasrah dirilah kamu sekalian kepada dzat yang hidup tanpa adanya mati selamanya ..
 Sifat Allah adalah hidup selama-lamanya, tidak mati, tidak dibunuh, atau disalib. Kalau bisa mati, dibunuh atau disalib berarti bukan Allah, berarti manusia.
Allah yang Hidup kekal lagi terus menerus ini mengurus semua makhluk-Nya; tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur apalagi mati.

Maka dari itu kita harus selalu berhati-hati dalam segala tindakan, karena gerak-gerik yang kita lakukan selalu diawasi dan dicatat oleh Allah, tak ada yang terlewatkan. Kelak di akhirat seluruh amalan yang kita lakukan akan dipersoalkan.


 Adapun sifat mustahil al-hayatu adalah al-mautu, artinya mati.
Hidupnya Alloh berbeda dengan hidupnya manusia. Perbedaan itu antara lain dapat kita lihat bahwa Alloh hidup tanpa ada yang menghidupkan. Sedangkan manusia dan makhluk hidup lainnya hidup karena ada yang menghidupan. Mereka dihidupkan oleh Alloh....

 5- Sama : MAHA MENDENGAR

 صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى يسمع بها كل موجود على سبيل الإحاطة و الشمول بكيفية لا يعلمها إلا هو فلا يعزب عن سمعه مسموع وان خفي


 Sifat wujud Alloh yang qadim (dahulu), berdiri pada dzat-NYA. Allah Maha Mendengar. Namun pendengaran Alloh tidak sama dengan pendengaran manusia yang dibatasi ruang dan waktu. Manusia mendengar dengan mengunakan telinga dan harus dari jarak dekat.


Tapi Alloh mendengar tanpa mengunakan alat pendengaran dan tidak terhalang oleh jarak. Alloh mendengar dengan jelas semua yang diucapkan hamba-Nya baik secara dhahir dan bathin, yang diucapkan dengan lisan atau yang tertera di lubuk hati, semua didengar

 قَالَ لاَ تَخَافَآ إِنَّنِي مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَى

Alloh berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. (Thaha: 46) 


والله سميع عليم


Adapun dzat alloh itu maha mendengar dan maha mengetahui 
 Tapi pendengaran Alloh berbeda dengan pendengaran manusia Pasti tidak demikian halnya.
Alloh bisa mendengar suara yang sehalus apapun tanpa memerlukan alat pendengaran apapun. Pendengaran Alloh tidak terbatas oleh apapun. Pendengaran Alloh kekal tidak akan melemah sampai kapanpun.

Dengan menyadari sifat Alloh ini, seharusnya kita berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Karena Alloh selalu mendengar segala perkataan manusia, baik yang diucapkan dengan lisan atau tertera dalam selubuk hati
 Kebalikan dari sifat ini adalah al-shomamu yang berarti tuli. 


Yakni bahwa mustahil Alloh itu tuli. Alloh Maha Mendengar. Pendengaran Alloh tidak terbatas dan tidak terhalang oleh jarak, ruang, dan waktu.


Selemah apa pun suara, dan dimana saja Alloh pasti mendengarnya. Berbeda dengan manusia, pendengarannya sangat terbatas dan harus dengan mempergunakan alat pendengaran yaitu telinga. Tanpa alat pendengaran mustahil manusia bisa mendengar.


Pendengaran manusia juga mengalami penurunan. Semakin tua usia manusia semakin kurang pendengaranya. Manusia bisa mendengar suara jarak jauh, namun jangkauannya tetap masih terbatas. Suara bisikan, suara hati, suara yang terhalang oleh benda-benda tertentu, tetap tidak bisa didengar..

6- Bashor : MAHA MELIHAT 

  صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى يبصر بها كل موجود على سبيل الإحاطة بحيث لا يغيب عن رؤيته مرئي وإن دق يبصر كافة الأشياء بغير حدقة و جفن

Sifat wujud Alloh yang qadim (dahulu), berdiri pada dzat-NYA. Alloh Maha melihat segala sesuatu yang ada, baik yang nampak jelas, yang tersembunyi ataupun yang samar. Penglihatan Alloh tanpa hijab, tanpa batas, tanpa menggunakan alat, tanpa menggunakan mata atau kelopak mata. Semuanya dilihat oleh Alloh, kecil atau besar, dekat atau jauh, semuanya menjadi jelas bagi Alloh. Bahkan andaikata ada semut yang sangat hitam berjalan di atas sebuah batu hitam di tengah malam yang kelam, Alloh dapat melihatnya dengan jelas.

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (as-Syura: 11)


والله بصير بما تعملون


Adapun sifat alloh itu maha melihat / mengetahui pada perkara yang di lakukan mahluknya 
Dengan memahami sifat bashor Alloh ini,,, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Kita sadar bahwa kita tidak bisa membohongi atau menyembunyikan kebohongan apa pun di hadapan Alloh. Kepada manusia kita bisa berbohong, tapi tidak mungkin bisa berbohong terhadap Alloh, karena Alloh melihat segala perbuatan kita baik yang kita fikirkan dan yang kita rasakan,,,


Kelak di kemudian hari akan ditampakkan segala perbuatan dan kebohongan yang kita sembunyikan 
 Kebalikan sifat bashor nya alloh  ini adalah al-’ama yang berarti buta, yakni bahwa mustahil Alloh itu buta. Mustahil Alloh buta, karena Alloh Maha sempurna, termasuk sempurna penglihatan-Nya.


Penglihatan Alloh bersifat mutlak, tidak terhalang oleh apa pun. Alloh melihat segala sesuatu, baik yang besar dan kecil, yang nampak dan tersembunyi. Penglihatan Alloh bersifat terus-menerus, Alloh tidak pernah lalai walau sedetik pun dari melihat segala perbuatan kita...

 7- Kalam : MAHA BERSABDA 

صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى ليست بحرف و لا بصوت منزهة عن التقدم و التأخر وغيرهما من صفات الحوادث ، القرآن العظيم المكتوب في المصاحف المقروء بالالسنة المحفوظ بالقلوب المنزل على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم مفهومه مساو لتلك الصفة

Sifat wujud Allah yang qadim (dahulu), berdiri pada dzat-Nya. Alloh berbicara tanpa menggunakan huruf atau suara. Maha Suci Alloh dari sifat sifat yang baru.


Adanya kalam Alloh yang tertera dalam kitab kibab suci, dibaca dengan lisan, dan terpelihara dalam hati merupakan bukti nyata bagi kita bahwa Alloh memperhatikan kita sebagai hamba-Nya. Dengan perantara Nabi dan Rasululloh saw ,,,


Alloh membimbing manusia untuk melakukan amal sholeh sesuai yang diajarkan dalam kitab Alloh. Dengan kalam Alloh juga, kita dapat mengetahui sejarah dan kisah umat-umat terdahulu, sehingga kita dapat mengambil hikmah, mengikuti yang benar dan meninggalkan yang bathil...

 وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيماً

”…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”. (An-Nisâ: 164)
 Adapun sifat kebalikannya sifat kalam adalah sifat Bukmum, artinya bisu. Jika Alloh bisu maka Dia memiliki sifat kekurangan. dan kekurangan adalah hal yang mustahil bagi Alloh.


Bukti Alloh bersifat kalam dapat kita lihat dari kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Al-Quran yang sering kita baca dan kita lafadzkan setiap hari, adalah kalam Alloh yang diwahyukan kepada rosul & mahluknya ...


4– Sifat 
SIFAT MA’NAWIYAH

Maksudnya sifat Alloh yang dilazimkan (tetap bagi dzat)  dan tidak bisa di pisahkan dengan Sifat Ma’ani ,,,, Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang mulazimah (yang di tetapkan)  atau yang  menjadi  akibat dari sifat ma’ani ... Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yakni :


1- Kaunuhu Qadiran :

  أنه سبحانه و تعالى قادر على كل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للقدرة و دليله دليل القدرة

Sifat ini dikatakan juga sifat yang qadim (dahulu) yang berdiri pada dzat-Nya, mulazimah atau dilazimkan memiliki sifat al-Qudrah (kuasa). Sifat ini juga merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari Sifat Ma’ani.

 2- Kaunuhu Muridan:

انه سبحانه و تعالى مريد لكل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للإرادة و دليله دليل الإرادة

Sifat alloh berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat Iradat (berkehendak) dan merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – Iradah (berkehedak)

3- Kaunuhu Aliman:

 انه سبحانه و تعالى عالم بكل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للعلم و دليله دليل العلم 


 Keberadaan Alloh itu harus Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Sifat ini dikatakan juga sifat Ilmu (Mengetahui) yang berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat ini. Sifat ini juga merupakan merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – Ilmu (mengetahui)

4- Kaunuhu Hayyan:

 أنه سبحانه و تعالى سميع لكل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للسمع دليله دليل السمع 
 
Keberadaan Alloh itu harus Maha Hidup tidak mati. Sifat ini dikatakan juga sifat Al-hayatu (Hidup) yang berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat ini.
Sifat ini juga merupakan merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – al-Hayatu (Hidup)

5- Kaunuhu Sami’an :


 أنه سبحانه و تعالى سميع لكل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للسمع دليله دليل السمع 


Keberadaan Alloh itu harus Maha Mendengar segala sesuatu.
Sifat ini dikatakan juga sifat Assam’u (Mendegar) yang berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat ini. Sifat ini juga merupakan merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – Assam’u (Mendengar) 

 6- Kaunuhu Bashiran:


 أنه سبحانه و تعالى بصير بكل شيئ و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للبصر و دليله دليل البصر
 
Keberadaan Alloh itu harus Maha Melihat segala sesuatu. Sifat ini dikatakan juga sifat Al-Basharu (Melihat) yang berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat ini. Sifat ini juga merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – Al-bashar (melihat)

7- Kaunuhu Mutakalliman :

  أنه سبحانه و تعالى متكلم بكلام لا يشبه كلام المخلوقين و هو صفة قديمة قائمة بذاته تعالى ملازمة للكلام و دليله دليل الكلام 

Keberadaan Alloh itu harus Maha Berbicara dengan pembicaraan yang tidak menyerupai ciptaan-Nya. Sifat ini dikatakan juga sifat Al-Kalamu (Berbicara) yang berdiri pada dzat-Nya dan dilazimkan memiliki sifat ini.
Sifat ini juga merupakan merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat Ma’nai – Al-Kalam (Berbicara)

 
Adapun ‘Aqal itu di bagi menjadi dua:

1.         ‘Aqal Nadzori, yaitu aqal yang berkehendak kepada fikir dan keterangan.

2.         ‘Aqal Doruri, yaitu aqal yang tidak berkehendak kepada fikir dan keterangan.

Adapun Hukum ‘Aqal itu di bagi 3 :

1-Wajib ‘Aqal, yaitu perkara yang adanya tidak bisa di terima oleh aqal dan  bisa di terima oleh aqal  namun wajib adanya untuk di IMANI  (dzat, Sifat dan Af’al Alloh)

2-Mustahil ‘Aqal, yaitu perkara yang tidak  di terima oleh aqal akan adanya maka mustahil adanya (Semua kebalikan dari pada sifat yang wajib nya alloh)
 
3          -Harus ‘Aqal, yaitu barang yang diterima oleh akal akan adanya atau tiadanya (Alam dan segala isinya yang baharu/diciptakan) 

kemudian sifat wajibnya alloh itu  Di bagi lagi menjadi dua sifat
(Pendekatan secara nafi dan isbat)

1.         Sifat Istighna’ yaitu, Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalafatuhulilkhawadits, Qiyamuhu binafsihi, Sami’, Bashir, Kalam, Sami’un, Bashirun dan Muttaqallimun.

2.         Sifat Iftikq0r, yaitu Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Kodirun, Muridun, ‘Alimun, Hayyun dan Wahdaniah 
 
Sesungguhnya ini menjadi syarat pertama kali yang di tegak di dalam Islam yang menjadi dasar  aqidah KEIMANAN bagaimana kita mengimani kepada Alloh yang masih hanya sebatas nama, itulah tugas bagi muslim  yang pertama adalah memelihara aqidah keimanan, menjaga dan memperkuat serta memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru dunia

 Aqidah Islam ada pada keimanan kita ada enam (6):
 1- IMAN kepada Allah,

 2-Iman kepada malaikat

3-Iman kepada kitab-kitab
 4- Iman kepada para rasul

5- Iman kepada hari qiyamat

6- Iman kepada qodo' dan qodar

 sebagaimana firman Alloh SWT: 

 "Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian
 pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya,
 kõtab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(Mereka mengatakan:)"Kami tidak membeda-bedakan
 antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya, dan mereka mengatakan "Kami dengar dan kami ta'at," (Mereka berdo'a) "Ampunilah kami wahai Alloh kami dan hanya kepada Engkaulah tempat kami kembali." (Al Baqarah: 285)

Aqidah Islam itu membangun bukan merusak, mempersatukan bukan memecah belah, karena aqidah ini tegak di atas warisan ILAHIYAH seluruhnya, Dan di atas keimanan kepada para utusan Allah seluruhnya ( Laa Nufarriqu Baina Ahadin Min Rusulihi ) 

 Aqidah tersebut di ringkas  dalam syahadatain (dua kalimat syahadat) yaitu:
 "ASyhadu an laa ilaaha illallooh Wa Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullooh" Aqidah inilah yang mengikat  pada kaum Muslimin terhadap alam semesta dan penciptannya, terhadap alam metafisika, kehidupan ini dan kehidupan setelahnya, terhadap alam yang terlihat dan yang tidak terlihat, terhadap makhluq dan khaliq, dunia dan akhirat, dan terhadap alam yang nampak dan alam gaib (yang tidak kelihatan).

 Alam ini dengan bumi dan langitnya, benda-benda mati dan tumbuh-tumbuhannya, hewan dan manusianya, jin dan malaikatnya , kesemuanya tidak diciptakan tanpa makna, dan tidak di ciptakan dengan sendirinya tanpa adanya guna & Harus ada yang menciptakan, yakni Dia yang Maha Mengetahui AL-ILAAHU AL-HAQ  yang Maha Kuasa, Maha Mulia dan Maha Bijaksana.


Dia yang telah menciptakan alam ini dengan sempurna, dan telah menentukan segala sesuatu di dalamnya dengan ketentuan yang pasti.


Maka setiap benda yang terkecil sekali pun itu ada standarnya, dan setiap gerakan pasti ada ukuran dan perhitungannya. 
Pencipta itu adalah Alloh SWT yang setiap kata, bahkan setiap huruf dalam alam ini membuktikan atas kehendak, kekuasaan, ilmu dan kebijaksanaan-Nya.
seperti firman Alloh SWT:

 "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Al Isra': 44) 

 Pencipta Yang Maha Agung itulah Rabbnya langit dan bumi, Rabbnya alam semesta dan Rabbnya segala sesuatu, Dia Satu dan Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam dzat, sifat atau perbuatan-Nya. 

Hanya Dialah yang qadim dan azali, hanya Dialah yang tegak selama-lamanya, hanya Dialah yang menciptakan, yang menyempurnakan dan yang memberi rupa (bentuk).

 Hanya Dialah yang memiliki asmaul husna dan sifaatul aula, tidak ada sekutu dan tidak ada perlawanan bagi-Nya, tidak ada anak dan tidak ada bapak bagi-Nya, tidak ada yang mirip atau yang menyamaiNya.


Alloh swt berfirman:
 "Katakanlah "Dia-lah Alloh, Yang Maha Esa. Alloh adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al Ikhlas: 1-4)

"Dia-lah yang Awal dan Yang Akhir, Yang dzahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui 
 segala sesuatu." (Al Hadid: 3)

 Demikianlah risalah singkat tentang pengertian sifat-sifat Alloh yang penting yang wajib kita ketahui ... Jika sifat-sifat Alloh itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah selain Alloh yang hidup dan tidak mati atau yang kuat dan tidak lemah dan sebagainya.


Kita hanya mau menyembah Alloh yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna... selalu belajar bermatla'ah bersama ....
  
~~~~~~~ oOo ~~~~~~~

PENCARIAN HIDUP MENUJU KEKASIH SEJATI

JANGAN SUKA MENGANGGAP SESUATU YG TIDAK COCOK ITU ADALAH SESAT NAMUN SIKAPILAH SAMPAI KAU BENAR'' MEMAHAMINYA ...

KARENA JIKA KAU MENILAI CIPTAANNYA MAKA NISTALAH DIRIMU ... KARENA ALLOH MAHA MENILAI PADA APA'' YANG KAU SANGKAKAN











AlkisAnnabila