TANBIIH

الحَمـْدُ للهِ المُــوَفَّـقِ للِعُـلاَ حَمـْدً يُوَافـــِي بِرَّهُ المُتَـــكَامِــلا وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ثُمَّ الصَّلاَةُ عَلَي النَّبِيِّ المُصْطَفَىَ وَالآلِ مَــــعْ صَـــحْــبٍ وَتُبَّـاعٍ وِل إنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا تَقْوَى الإلهِ مَدَارُ كُلِّ سَعَادَةٍ وَتِبَاعُ أَهْوَى رَأْسُ شَرِّ حَبَائِلاَ إن أخوف ما أخاف على أمتي اتباع الهوى وطول الأمل إنَّ الطَّرِيقَ شَرِيعَةٌُ وَطَرِيقَةٌ وَحَقِيقَةُ فَاسْمَعْ لَهَا مَا مُثِّلا فَشَرِيعَةٌ كَسَفِينَة وَطَرِيقَةٌ كَالبَحْرِ ثُمَّ حَقِيقَةٌ دُرٌّ غَلاَ فَشَرِيعَةٌ أَخْذٌ بِدِينِ الخَالِقِ وَقِيَامُهُ بَالأَمْرِ وَالنَّهْيِ انْجَلاَ وَطَرِِيقَةٌ أَخْذٌ بِأَحْوَطَ كَالوَرَع وَعَزِيمَةُ كَرِيَاضَةٍ مُتَبَتِّلاَ وَحَقِيقَةُ لَوُصُولُهِ لِلمَقْصِدِ وَمُشَاهَدٌ نُورُ التّجَلِّي بِانجَلاَ مَنْ تصوف ولم يتفقه فقد تزندق، ومن تفقه ولم يتصوف فقد تفسق، ومن جمع بينهما فقد تحقق

hiasan

BELAJAR MENGKAJI HAKIKAT DIRI UNTUK MENGENAL ILAHI

Selasa, 15 Mei 2012

SADARKAH DIRI INI ADALAH TAJALLIYAHNYA WUJUD AL-ILAAH


Kalau bukan karena cinta, masakan dunia wujud dari tiada. Kalau bukan karena rindu, masakan manusia menyahut seruan. Manusia dan kehidupan, punya makna dan penghayatan. Itulah antara hakikat yang tidak dapat dinafikan.

Alloh SWT menciptakan seluruh alam ini, karena kasih-Nya kepada makhluk-makhluk-NYA. Alloh SWT memberi kemudahan kepada manusia dalam lapangan kehidupan, agar kehambaan mereka mudah terlaksana. Penghulu makhluk yang paling dicintai-Nya adalah Rosululloh SAW, penghulu para perindu, Nilai cinta Aloh, ada dalam diri setiap zarrah.


Namun bagi yang terus lalai, dirinya sendiri itulah yang tiada nilai. Bagi yang terus mendustai kebenaran, dirinya sendiri itulah yang menuju kemusnahan. Alloh SWT menganugerahkan kepada manusia akal dan pikiran, supaya berpikir dalam mencari kebenaran. Kebenaran itu lebih dekat dengan dirinya dari pada dirinya sendiri.... 


Kebenaran abadi adalah dibalik setiap gerak diam setiap kewujudan yang ada (mahluk), ada yang Maha Pentadbir yang menggerakkan dan mentadbir (mengatur) setiap urusan. Seseorang yang dahaga, lalu meminum air dari telaga, tanpa menyaksikan disebaliknya ada yang Maha Pencipta, niscaya dia akan terus terlengah dengan keakuan dirinya.


Tetapi bagi mereka yang menyaksikan diri senantiasa dengan Alloh SWT dalam setiap gerak dan tindakan, pasti mengerti akan hakikat kewujudan. Apabila dia dahaga, dia tahu bukan dialah yang akan menghilangkan dahaga tersebut, dia juga tahu bukan airlah yang menghilangkan dahaga. Tetapi Alloh lah yang terus menerus memberi nikmat dan bantuan kepadanya, bahkan kepada setiap insan untuk terus hidup.


Dia faham kalau bukan Alloh SWT yang menciptakan air, maka dia juga tidak dapat minum untuk menghilangkan dahaga. Kalaulah disana ada air, tetapi Alloh SWT tidak memberi keupayaan dalam dirinya untuk bergerak, seperti lumpuh dan sebagainya, maka dia juga tidak dapat mengambil manfaat dari air tersebut karena tidak mampu bergerak untuk mengambil air. Kalaulah ada air dan kekuatan, tetapi air tersebut diciptakan oleh Alloh sebagai air yang tidak menghilangkan dahaga seperti air laut, maka niscaya dia juga tidak dapat menghilangkan dahaga, walaupun ada kekuatan dan ada air.


Maka hakikat ini akan membawa seseorang kepada menghayati disana adanya Alloh…Alloh…Alloh…di sebalik setiap wujud yang ada di dunia dan akhirat . Hidup ini berkaitan dengan mencari arti, hidup ini berkaitan dengan memberi bakti. Itulah risalah ketuhanan dalam makna kehambaan dan kholifah.


Dengan kehambaan, seseorang perlu terus mencari arti hubungan dengan Tuhannya, lalu menunaikan makna kehambaannya kepada Tuhannya, sehingga mencapai keridhoan dari alloh. Dengan peranan sebagai kholifah, seseorang perlu berinteraksi dengan alam sekeliling secara adil, dalam rangka untuk menunaikan tugas kehambaannya kepada al-haq.


Dia perlu menjaga keseimbangan alam ini, memakmurkan alam ini dan menjadikan alam ini sebagai tempat untuk menunaikan kehambaan UBUDIYAH) makhluk kepada Alloh sang Maha Pencipta. 


Dalam diri manusia yang berperanan itu juga, ada peranan cinta Alloh SWT dalam menterjemahkan hakikat ketuhanan-Nya melalui kelembutan-Nya yang abadi. Dalam setiap ketentuan-Nya, melalui pandangan kebersamaan Alloh, seseorang dapat melihat akan kelembutan-Nya (Lathif).


Dalam pentadbiran (pengaturan) kewujudan makhluk-Nya, melalui hati yang dipenuhi Cahaya Ihsan, seseorang akan menghayati kebijaksanaan-Nya (Hikmah). Alloh SWT itu lebih dekat kepada makhluk-Nya berbanding makhluk-Nya kepada diri mereka sendiri, karena tanpa-Nya tiadalah makhluk itu sendiri.


Keakuan makhluk hanya terlahir dipandangan semu makhluk tersebut, tatkala hijab melingkari hati dari menyaksikan keagungan Alloh SWT dan ketuhanan-Nya di sebalik yang wujud. Bukalah mata dan saksikanlah cinta….


Islam mengajarkan arti kehambaan, namun hakikat kehambaan itulah hakikat diri kita sejak diciptakan sampai nanti saat kembali. Dengan mengamalkan Islam, berarti kita menterjemahkan arti kehambaan kita. Dengan mengukuhkan keimanan jika IMAN itu KAFFAH maka yaqin bimbingan alloh akan selalu menyertaiNYA , berarti kita menterjemahkan nilai-nilai kehambaan kita. Dengan anugerah Ihsan, berarti kehambaan kita diterima-Nya…


Alloh…..Alloh…..Alloh…..


Manusia makin menuju mati, baik merindui-Nya atau mengkhianati-Nya. Kepada yang terus lalai dari mempersiapkan diri untuk menemui-Nya, maka antara dia menipu dirinya sendiri atau dirinya tertipu dengan dirinya sendiri. Kedua-duanya adalah kecelakaan dalam kecelakaan.


Dunia ini, makin banyak yang dihimpun, makin banyak yang ditinggalkan. Dunia ini, makin tamak manusia mengejarnya, makin terbeban untuk meninggalkannya. Dunia ini, nilainya pada kehambaan, dunia ini artinya pada kemerdekaan jiwa dalam menunaikan ketaatan kepada Alloh SWT yang Maha Mencipta.


Jalan ini, jalan cinta…jalan cinta menyaksikan yang dicinta tanpa pencinta.
Nilainya pada kebersamaan, keagungannya pada keridhoan.


Seseorang itu sempurna bukan karena banyaknya amalan, tapi sempurna di sisi-Nya karena Dia meridhoinya. Jalan keridhoaan Alloh  bukan bergantung kepada amallahir / bathin  , tetapi sejauh mana seseorang menghayati dalam keIMANAN  bahwa setiap amalan yang dikerjakannya adalah dari  Alloh untuk alloh .
Amal dengan keakuan, itulah pengkhianatan. Syukur melalui amalan itulah kehambaan.


Alloh…..Alloh…..Alloh…..

 INGATLAH ROSULULLOH MENGAJARKAN BAHWASANYA JIKA BERAMAL ITU HARUS LILLAH ,,,, 

COBA KITA MUHASABAH DIRI KITA DARI AWAL 

 IMAN

ILMU

HIDUP

AMAL

GERAK

JASAD

JIWA

RUH

KEAGUNGAN

GERAK FIKIR

KENYATAAN KITA INI BERASAL DARI ALLOH 

MAKA SEBENARNYA YANG BERAMAL ITU ALLOH SENDIRI 

BUKAN SI FAQIR / SI B / SI C ,,, JADI MASIH PANTASKAH KITA MENGHARAP SURGA 

DAN  TAKUT AKAN  NERAKA ... ITU LAH KELALAIAN KITA BERMUHASABAH (INTROPEKSI DIRI )

TERIMA KASIH JUNJUNGAN-ku PENGHULU ALAM MUHAMMAD ROSULUL MALAKHIM

SHOLLALLOHU'ALAIHI WASALLAM ................ 

BY : ALKISANNABILA ISYQ 


PENGERTIAN WUJUD HAQ SECARA AQAL



Adapun mengenal Sifat wajibNYA bagi Alloh di dalam mengenali dzat al-haq  adapun pembagian dari sifat wujud bagi alloh swt dapat kita pahami dengan penjelasan ini
Adapun Wujud itu di bagi menjadi tiga bagian:

1- Wujud Haqiqi(wujud murni) :


dzat Alloh Ta’ala maka wujud-NYA itu tidak permulaan dan tidak ada akhiran Maka wujud Alloh  itu bersifat Qadim dan Baqa’ inilah wujud sebenarnya (WAJIBUL WUJUD)

2- Wujud Majazi (pinjaman) :


dzat semua makhluk Alloh swt Maka wujud mahluk itu ada permulaan dan ada akhiran (fana’)  tidak  bersifat Qadim dan Baqa’, sebab wujudnya itu dinamakan wujud Majazi / idlofi (wujud yang disandarkan) pada Alloh karena itu dinamakan MUTAJALLIYAH (di perlihatkan) karena Alloh itu berkehendak memperlihatkan DIRINYA (TAJALLI) pada MAHLUK-NYA
Wujudnya mahluk  itu semua bersandar pada  sifat ma’aniNYA Alloh swt .

3. Wujud ‘Ardy  (wujud yang bersandar namun bersifat kekal namun tidak abadi) :


dzat ‘Arodul wujud maka wujudnya itu ada permulaan dan tidak  ada akhir namun tidak BAQO’ULBAQO’  seperti  RUH, syurga, neraka, Arasy, Kursi dan wujud yang menjadi tanda-tanda kekekalan Alloh swt.

Adapun perkara  yang Wujud selain Allah Ta’ala dua bagian :

1. Wujud dalam ‘alam syahadah (penyaksian) :


yaitu Wujud  yang di dapat dilihat & dirasakan dengan panca indera yang lima (mata,hidung,telinga,mulut,ujung jari /pengrasa)
seperti langit, bumi, kayu, manusia, binatang dan lain-lain.

2. Wujud di dalam ‘alam ghaib (tanpa jasad) :
Wujud  yang tidak didapat dengan panca indera yang lima tetapi di dapat dengan nur iman dan Kasyaf kepada siapa-siapa yang dikurniakan Allah Ta¶ala seperti Malaikat,Jin, Syaitan, Nur dan lain-lain...

Adapun pembagian segala yang Wujud itu lima pembagian:

Wujud  dzihni : Wujud yang ada / bisa di terima  pada ‘aqal / Wujud yang dapat Di BUKTIKAN KEPASTIAN ADANYA WAJIBUL-WUJUDBAGI ZAT-NYA wujud yang tidak mungkin tidak ada & bisa di kaji serta selalu di terima Berdasarkan pengakuan Akal, segala yang dapat dipikirkan (ma’qul) mengenai perwujudan dzatNYA, terbagi kepada tiga macam sifat perwujudan.

1-      Adanya WUJUDNYA di dalam pengertian  Aqal (dzihin), Wajib / harus atau pasti (Wajibul-wujud pada dzatnya / wajib wujud bagi dzatnya)

لذاته   الوجود  وجب

2. Adanya WujudNYA di Alam luar Dzihin, mungkin saja (Mumkinul-Wujud-Lidzaatihi) / mungkin Ada bagi dzatNYA  

ممكن الوجود لذاته


3. Adanya ia di dallam & di luar Dzihin,  Tercegah / terpisah(Mumtani’ul-wujud-lidzatihi) / tercegah ADANYA bagi dzat-NYA.
ممتنع الوجود لذاته


Pengertian –pengertian  penting yang perlu disadari sebagi MU’MIN adalah :

1. Kata “ ADA /ALLOH ” dan “TIDAK ADA / MAHLUK ” Kata Ini sudah memuat pengertian / pemahaman (mafhum) yang jelas dan terang bagi setiap manusia sebenarnya yang menempati kedua kata itu, karena sejak kelahirannya, manusia telah bersama Alloh  dengan mafhum keduanya, tampa melalui proses  belajarpun sang bayi sudah mengerti makna “ADA”dan makna “tidak ADA” satu bukti - Bayi dapat Memahami air-susu ibu “ADA” atau “Tidak ADAnya Asi” di mulutnya , dengan bereaksi menangis ketika tidak ADA / tidak  di dapatinya air susu, dan ia diam ketika mendapatinya “ADA”  masihkah kita tidak menyadari  keADAan alloh dan sangat mustahil Alam (mahluk) menutupi keADAan ALLOH swt .

2. Makna kata “ADA” dan “TIDAK ADA” dua kata yang saling memberi definisi Serta pemahaman yang sederhana namun tidak terbatas oleh ruang lingkup dalam aqal kita semua, kita dapat memahami makna “ADA” karena kita memahami makna “TIDAK ADA” KITA memahami makna baik setelah memahami makna TIDAK baik  demikian sebaliknya ,,,


Ada tiga istilah penting yang di gunakan dalam rangka menerangkan macam-macam perkara ILAHIYAH untuk kita fahami (mafhum) “KeberADAan” yaitu :  “Al-Wajibu –Al-wujud ” yakni  AL-ILAH /AHADIYAH (wujud tunggal )    “ Yang Pasti ADA” dalam istilah haqiqat di sebut WUJUDUN MAHDUN (                Wujud yang Murni) yang kedua  “Al-Mumkinu Al-Wujud / NUR WILAYAH / NUR MUHAMMAD ” yakni yang menjadi sebab / asal muasal perwujudan alam semesta  dengan kata lain wujud yang mungkin ADA dan sekaligus mungkin TIDAK ADA  (cermin) / dalam isyarat lain di sebut  WAHDAH –AL-WUJUD (kesatuan wujud) dan yang ketiga di sebut “Al-Mumtani’u al-wujud / ADAMU_AL-MUMKINAT / bayang-bayang ”  yakni  bisa di katakan wujud yang pasti Tidak ADA , atau bisa di sebut (RUH IDLOFI / WAHIDIYAH /wujud yang terperinci dan tersusun / jisim) .


kenapa  di namakan demikian karena jika kita mau mengkaji secara nalar dan logika proses keADAan manusia itu melalui ketidak adaan & kembali pada ketidak adaan lagi dan apapun yang di lakukan MAHLUK selalu bersandar pada KUASA  & KEHENDAK ALLOH (TAQDIR-IRODAH) wujud yang gak bisa berdiri sendiri adanyapun di adakan melalui proses IBU & BAPAK (adam –hawa) ... kalo di perinci secara mendetail sebenarnya NAMA yang kita sandang itu tidak mencerminkan wujud diri kita namun kembali kepada kenyataan wujud AL-ILAAH SENDIRI

Sedang pengertian WUJUD di luar aqal:
1. wujud  Kharijiyah yaitu wujud yang di temukan karena ada kenyataan bekas (atsar)

2. wujud  Khayal yaitu yang lahir dari angan-angan diri seperti bayang-bayang yang timbul di dalam air atau yang di dalam mimpi

3. wujud pada Dalil (petunjuk ) yaitu perkara yang adanya menjadikan simbol sebagai dalil (petunjuk) seperti adanya asap tanda ada api

4. wujud pada Ma’rifat yaitu perkara yang ADAnya melalui proses dan di awali dengan pengenalan yang putus tidak dapat di selingi lagi karena menimbulkan kecintaan yang mendalam  pada qolb (ASYQ) seperti  Ma’rifat kepada Allah Ta’ala

Minggu, 13 Mei 2012

MENJAWAB FITNAH FFI

Menjawab Fitnah FFI "kenapa sampai ayat al-quran di NASAKH ?"
Klaim: kalian menyatakan bahwa Al-Quran diturunkan dari sisi Allah, tetapi kalian mengatakan bahwa sebagian ayatnya ada yang di nasakh (di hapus) dan datang ayat-ayat lain sebagai penggantinya. Sesungguhnya hal itu al-badaa'. Maksudnya, hukum turun tapi setelah penerapannya terbukti tidak cocok dan tidak pas dalam menghadapi realita, maka diubah dengan hukum yang lain. Hal ini mustahil bagi Allah dan kenapa syariat kalian tidak di nasakh seperti syariat-syariat lainnya sebagaimana yang kalian katakan?
Jawaban: Sesungguhnya al-badaa' mustahil bagi Allah. Al-badaa' termasuk aqidah yang sesat. Karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah, sedang atau akan terjadi.

Nasakh adalah pengantian ayat atau hukum dengan yang lainnya. Nasakh tidak hanya dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Taurat dan Injilpun pernah di nasakh dg hukum yang lain. Selanjutnya akan di bahas setelah menjawab syubhat ini.

Tidak ada nasakh dalam akidah. Rasulullah bersabda,"Sebaik-baik apa yang aku katakan dan yang dikatakan oleh para Nabi sebelum aku adalah tidak ada Tuhan melainkan Allah, hanya Dia, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya kerajaan dan hanya milik-Nya, dan Dia diatas segala sesuatu Mahakuasa." (Kitab Shahih Al-Jami':3274 Ini tidak mungkin di nasakh. Begitu juga berita-berita tentang hari Kiamat, kebangkitan dari kubur, surga, neraka, kisah para Nabi dan lain-lain'

An-Naskh artinya al-izaalah (menghilangkan). Ini adalah perkara yang harus namun sesuai fasenya. Setiap zaman mempunyai hukum yang sesuai dengan zaman tersebut. Kemudian datang zaman berikutnya, maka zaman tsb membutuhkan hukum-hukum yang lain. Allah menasakh syariat Nabi Ibrahim dengan syariat Nabi Musa, menasakhkan sebagian syariat Nabi Musa dengan syariat nabi Isa dan menasakh syariat Nabi Isa dengan Nabi Muhammad.

Nasakh hanya ada pada taklif (pembebanan):lakukan dan jangan lakukan, beberapa diharamkan dan yang lain dihalalkan, beberapa hal ditambah dan yang lain dikurangi. Allah berfirman," Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau kami jadikan manusia lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya."(Al-Baqarah(2):106)

Manusia telah dikuasai oleh adat, tradisi dan lingkungan, sementara masyarakat musyrik sudah menderita penyakit. Untuk mengubah adat-adat itu dan penyakit itu, harus perlahan atau berangsur-angsur dalam penetapan syariat. Seperti orang yang mengkonsumsi obat dalam beberapa dosis. Seandainya dia mengkonsumsinya sekaligus, pasti dia akan meninggal dunia.

Begitu juga ayat-ayat sabar terhadap gangguan orang-orang kafir di awal kebangkitan, dimana umlah orang-orang yang beriman sangat sedikit dan lemah, tidak mampu untuk berperang. Sedangkan setelah mereka menjadi kuat dan memiliki maka Allah mengizinkan perang untuk mereka. Allah berfirman,"telah diizinkan berperang bagi orang-orang yg diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu."(Al-Hajj(22):39) Seandainya ayat-ayat memaafkan orang-orang musyrik tidak dihapus, niscaya Islam akan ditekan terus menerus dan kedaulatan Islam akan hancur sebelum berjayanya. Oleh karena itu, kebenaran harus memiliki kekuatan untuk melindunginya. Allah berfirman,"Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan)sebagian manusia dengan manusia yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang didalamnya banyak disebut nama Allah."(Al-Hajj(22):40)

Diantara ayat-ayat yang hanya hukumnya yang dihapus sementara bacaannya (ayatnya) masih ada adalah firman Allah,"Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji diantara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya."(An-nisa(4):16)
Sebaliknya ada ayat-ayat yg bacaannya (ayatnya)yang dihapus, sedangkan hukumnya masih ada. Maksudnya, apabila orang yg pernah beristri atau bersuami melakukan zina, maka mereka harus di rajam.

Ayat yang di nasakh bacaannya dan hukumnya masih ada adalah ayat yg dilupakan yang tersebut dalam firman Allah,"Atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya." (Al-Baqarah(2):106) Tidak semua apa yg dinasakh itu diketahui hikmah dan rahasianya, tapi umat islam percaya jika Allah memiliki hikmah dan rahasia yg sempurna padanya dan pada yang lainnya.

Mungkin ada yang berkata,"'Yang lebih baik daripadanya bisa saja diterima, tapi apa gunanya:'Yang sebanding dengannya?" Sesungguhnya ini seperti ayat perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah. Allah,"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.(Al-Baqarah(2):144) Yang dimaksud bukan menghadp ke kanan atau kekiri, firman Allah,"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Al-Baqarah (2):115 Akan tetapi yang dimaksud adalah menjunjung perintah Allah. Sama dengan sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam, hal itu bukan berarti pengagungan kepada Nabi Adam, akan tetapi pengagungan dan menjunjung tinggi perintah Tuhan yang memerintahkan, yaitu Allah.

Perubahan kiblat adalah ujian keimanan. Allah berfirman,"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.(Al-Baqarah(2):143)

Sedangkan pertanyaan, mengapa syariat umat Islam tidak dinasakhkan? Jawabnya karena dalam ilmu Allah, Syariat terakhir ini cocok bagi seluruh generasi selanjutnya samai hari kiamat dan tidak akan ada keadaan yang mengharuskan adanya syariat lain.

Mungkin ada yg berkata,"berbagai keadaan selain yang ada pada Rasulullah dialami manusia, maka jawabannya bahwa hukum-hukum pada keadan tersebut di kiyaskan dengan hukum-hukum yg lain yang serupa dengannya. Sebagai contoh:mengisap ganja, opium dan sejenisnya dihukumkan dengan hukum khmer, karena sama-sama menghilangkan atau merusak akal.

Adapun ayat-ayat Alkitab yg telah di nasakh:

Yehezkiel_4:
(12) Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka."
(13) Selanjutnya TUHAN berfirman: "Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana."
(14) Maka kujawab: "Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi."
(15) Lalu firman-Nya kepadaku: "Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya."

Pada ayat tadi terlihat bahwa pada awalnya Tuhan memerintahkan kepada Yehezkiel untuk membuat roti diatas kotoran manusia,, lalu karena Yehezkiel keberatan atas perintah itu maka ia di beri keringana, yaitu Tuhan hanya memerintahkan untuk membuat roti itu diatas kotoran lembu. (^ _ ^)

Lalu Tuhan juga memerintahkan kepada Eli (yang menurut mereka seorang nabi) untuk menghancurkan Raja Israel(Ahab) dan membiarkan darahnya untuk dijilati anjing. Maka ketika Ahab menyadari hal itu, maka Ahab memutuskan untuk bertobat, namun ketika tobatnya diterima, ia diampuni. Namun hukuman itu akan dijatuhkan kepada anak-anaknya. Tetapi, meskipun demikian, Ahab tetap dibunuh, dan darahnya dijilati oleh anjing, seakan-akan Tuhan menarik kembali keputusan tersebut. Berikut ini kisahnya:


1_Raja-raja_21:17-29
(17) Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:
(18) Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
(19) Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."
(20) Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
(21) Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.
(22) Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa.
(23) Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.
(24) Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara."
(25) Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.
(26) Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.
(27) Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban.
(28) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:
(29) Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.
Adapun tentang pembunuhan Raja Israel (Ahab) disebutkan dalam pasal selanjutnya, berikut ini adalah keterangannya:
1_Raja-raja_24:34-40
(34) Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: "Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka."
(35) Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja tetap ditopang berdiri di dalam kereta berhadapan dengan orang Aram itu, sampai ia mati pada waktu petang. Darahnya mengalir dari lukanya ke dalam palung kereta.
(36) Kira-kira pada waktu matahari terbenam terdengarlah teriakan di sepanjang barisan tentara itu: "Masing-masing ke kotanya, masing-masing ke negerinya!
(37) Raja sudah mati!" Maka pulanglah mereka ke Samaria, lalu mereka menguburkan raja di Samaria.
(38) Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Samaria, maka darah raja dijilat anjing, sedang perempuan-perempuan sundal mandi di tempat itu, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diucapkan-Nya.
(39) Selebihnya dari riwayat Ahab dan segala yang dilakukannya serta istana gading dan segala kota yang didirikannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?
(40) Demikianlah Ahab mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Ahazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Maksud dari kalimat: "Demikianlah Ahab mendapat perhentian bersma-sama dengan nenek moyangnya," adalah: Ahab dimakamkan bersama-sama dengan mereka.
Pada keterangan selanjutnya akan dijelaskan bagaimana Tuhan memerintahkan Malaikat, kemudian (menurut mereka) Tuhan menyesal dan memerintahkan malaikat untuk berhenti membinasakannya.
1_Tawarikh_21:
(15) Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka TUHAN melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!" Pada waktu itu malaikat TUHAN itu sedang berdiri dekat tempat pengirikan Ornan, orang Yebus.
Kitab Perjanjian Baru juga terdapat hukum Nasakh, yaitu ketika keterangan-keterangan didalamnya menghapus hukum yang terdapat pada Kitab Perjanjian Lama bahwa seorang laki-laki itu boleh menceraikan istrinya, dan setelah ditalaq diperbolehkan bagi istrinya itu untuk menikah lagi. Berikut ini dalilnya:
Ulangan_24:1-4
(1) Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,
(2) dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
(3) dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
(4) maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
Kemudian pada perjanjian Baru hukum talak diharamkan, kecuali jika terjadi perzinahan oleh salah satunya, lalu wanita yg ditalaq itu haram untuk dinikahi. dan jika nikah, maka kedua-duanya dianggap melakukan zinah.
Matius_5:31-32
31) Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
(32) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
Matius_19:7-9
(7) Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
(8) Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
(9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Dapat kita lihat sendiri bagaimana dalil yang terakhir disebutkan telah menetapkan hukum nasakh sebanyak dua kali, yang pertama pada syariat Nabi Musa dan yang kedua pada syariat Nabi Isa sendiri, karena hukum tersebut telah berlaku sebelum akhirnya dinasakh.
Pada Kitab Perjanjian Lama banyak sekali disebutkan hal-hal yang diharamkan dan dianggap sebagai najis, terutama pada Kitab Imamat. Salah satunya:
Imamat_11:1-46
(1) Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
(2) Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
(3) setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
(4) Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
(5) Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
(6) Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
(7) Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
(8) Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.
(9) Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.
(10) Tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu.
(11) Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan.
(12) Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.
(13) Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;
(14) elang merah dan elang hitam menurut jenisnya;
(15) setiap burung gagak menurut jenisnya;
(16) burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;
(17) burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar;
(18) burung hantu putih, burung undan, burung ering;
(19) burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.
(20) Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu.
(21) Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.
(22) Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.
(23) Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.
(24) Semua yang berikut akan menajiskan kamu--setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam,
(25) dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam--,
(26) yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis.
(27) Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam.
(28) Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu.
(29) Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya
(30) dan landak, biawak, dan bengkarung, siput dan bunglon.
(31) Itulah semuanya yang haram bagimu di antara segala binatang yang mengeriap. Setiap orang yang kena kepada binatang-binatang itu sesudah binatang-binatang itu mati, menjadi najis sampai matahari terbenam.
(32) Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apapun, haruslah dimasukkan ke dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula.
(33) Kalau seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke dalam sesuatu belanga tanah, maka segala yang ada di dalamnya menjadi najis dan belanga itu harus kamu pecahkan.
(34) Dalam hal itu segala makanan yang boleh dimakan, kalau kena air dari belanga itu, menjadi najis, dan segala minuman yang boleh diminum dalam belanga seperti itu, menjadi najis.
(35) Kalau bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas sesuatu benda, itu menjadi najis; pembakaran roti dan anglo haruslah diremukkan, karena semuanya itu najis dan haruslah najis juga bagimu;
(36) tetapi mata air atau sumur yang memuat air, tetap tahir, sedangkan siapa yang kena kepada bangkai binatang-binatang itu menjadi najis.
(37) Apabila bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas benih apapun yang akan ditaburkan, maka benih itu tetap tahir.
(38) Tetapi apabila benih itu telah dibubuhi air, lalu ke atasnya jatuh bangkai seekor dari binatang-binatang itu, maka najislah benih itu bagimu.
(39) Apabila mati salah seekor binatang yang menjadi makanan bagimu, maka siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis sampai matahari terbenam.
(40) Dan siapa yang makan dari bangkainya itu, haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam; demikian juga siapa yang membawa bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
(41) Segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, adalah kejijikan, janganlah dimakan.
(42) Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan.
(43) Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.
(44) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
(45) Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.
(46) Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
(47) yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan."
Kemudian pada Kitab perjanjian Baru, semua itu dihalalkan. Buktinya dapat dilihat pada keterangan berikut:
Roma_14:
(14) Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
(20) Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!
Titus_1:
(15) Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
Bagi mereka yg mau menelaah Alkitab, tentu akan mendapatkan banyak sekali hal yang di nasakh, selain hukum-hukum yang ditulis diatas.
Wallaahua'lam

ANTARA KA'BAH, HAJAR ASWAD DAN SUJUD JAWABAN ATAS TUDUHAN JIKALAU UMAT ISLAM TELAH SHOLAT / SUJUD MENYEMBAH KABAH DAN MENYEBAH BATU HAJAR ASWAD.


"KENAPA UMAT ISLAM SHOLAT MENGHADAP KABAH DAN KENAPA MENCIUM HAJAR ASWAD" ???

Para orientalis kafir yang sejak awal memang dengki kepada umat Islam, selalu menuduh umat Islam ambigu. Kata mereka, umat Islam di satu sisi tidak mau menyembah berhala, tapi disisi lain malah menyembah hajar aswad dan ka''bah.

Dan inilah salah satu contoh tuduhan mereka ;

"Mulut umat Islam 5X komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras-lantang dibantu dengan loudspeaker pula, mengumandangkan "BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH -LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJALAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH". Namun dalam beberapa saat kemudian mereka ruku dan sujud menyembah kepada Allah yang wujudnya sudah berubah menjadi BATU HITAM (hajar aswad) yang ada dalam bangunan yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah.

Ini bukti bahwa ilmu para orientalis itu sangat dangkal dan sama sekali tidak tahu sejarah Arab dan Makna Ajaran Islam.

Padahal sejarah sudah sangat jelas menunjukkan bahwa orang Arab sejak dahulu tidak pernah menyembah hajar aswad, apalagi ka''bah. Tidak pernah ada satu pun literatur yang menyebutkan bahwa bangsa arab pernah melakukannya.

Bangsa Arab di masa paganismenya menyembah 360 berhala yang diletakkan di dalam dan di sekeliling ka''bah. Tapi tidak pernah menyembah ka''bah.

Dengan kata lain, Sebelum Islam datang,,,Apakah ada dalam sejarah bangsa Arab, jikalau bangsa Arab pernah menyembah Ka’bah ???

Ga pernah kan ???

Demikian juga, mereka tidak pernah menyembah batu hitam (hajar aswad). Yang mereka sembah itu patung yang diukir dan dibuat membentuk dewa-dewa. Tapi mereka tidak pernah menyembah batu sebagai bahan dasar pembuatan patung.

Dengan kata lain, Sebelum Islam datang,,,Apakah ada dalam sejarah bangsa Arab, jikalau bangsa Arab pernah menyembah “Hajar Aswad” ???

Ga pernah kan ???

Makanya tanpa harus diajari lagi, orang Arab yang kemudian masuk Islam pun sudah tahu posisi mereka terhadap Ka’bah maupun Hajar Aswad, yg memang tidak untuk disembah.


1) SEJARAH KA’BAH
Orang pertama yang merusak kemurnian Ka’bah bernama ‘Amr bin Luhaiy atau dikenal dengan Abu Khuza’ah yang beserta kabilahnya berhasil merebut penguasaan atas Ka’bah dari tangan bani Jurham dan mengusirnya keluar Makkah.


Dia bersama teman-temannya memancangkan patung-patung berhala yang dibawanya dari negeri Syams, sehingga upacara Thawaf yang berdasar Akidah -Taukhid ajaran Nabi Ibrahim as, bercampur dengan ritual pemujaan berhala.

Karena ‘Amr bin Luhaiy adalah pemimpin dan tokoh yang mempunyai banyak pengikut, maka apa yang dilakukannya diikuti dan ditiru orang banyak meskipun dia sendiri hanya meniru-niru apa yang dilakukan oleh orang-orang Syam terhadap patung-patung tersebut.

Sejak saat itu kalimah Talbiyah dalam Ibadah Haji berubah menjadi:

“Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka illa huwa laka tamlikuhu wa maa malaka”
yang artinya “Ya Allah kupenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu kecuali dia (patung itu).
Engkaulah yang memilikinya dan dia tidak memiliki sesuatu”.


Kedatangan Rasulullah saw. bersama ribuan kaum Muslimin ke Makkah dalam peristiwa Fath Makkah langsung menuju Ka’bah dan merobohkan berhala-berhala yang ada di sekitarnya menandai dimulainya babak baru tegaknya kemurnian dan kesucian Ka’bah.

Saat itu untuk pertama kalinya ummat Islam melakukan Thawaf tanpa terganggu oleh kehadiran patung-patung berhala yang berdiri tegak mengelilingi Ka’bah yang berada di tengah-tengah Masjidil Haram. Kejadian Fath Makkah adalah pemenuhan janji Allah swt. melalui mimpi RasulNya Muhammad saw.


2) KENAPA SHOLAT HARUS MENGHADAP KA’BAH (KIBLAT) ???
Jawabnya simpel saja ;

Itu karna tuntunan dalam islam yg mengajarkan demikian dan sebagai penyeragaman / pemersatu arah Shalat umat islam,,,agar tidak amburadul seperti sembahyangnya umat kristen yg Ngalor-ngidul ga karu-karuan.

Contoh dan Bukti jika Ka’Bah merupakan sebagai pemersatu arah Sholat saja ;

-) jika berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arah mata anginnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka umat Islam boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja.
Karena Allah berfirman:

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al-Baqarah 115).

-) dahulu pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Mereka melakukan itu lima kali sehari. Rasulullah tak pernah menegur maupun melarangnya. Jika Ka’bah adalah Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mana mungkin para shahabat ketika itu berani menginjak-injak Tuhannya?

-) Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengganti Kisywah (kain kelambu penutup Ka’bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka’bah. Andai kata mereka menganggap Ka’bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka’bah?

-) hajar aswad pernah hilang dicuri orang,,,apakah itu pernah membatalkan umat islam untuk berhaji ???
Jika hajar aswad sebagai tuhan kami,,,buat apa kami kesana jikalau tuhannya dicuri orang ???

-) Liat pernyataan sy ini ;

Demi pencipta Alam semesta, sy dan seluruh umat islam ga pernah menuhankan kabah atau hajar aswad yg terbuat dari batu yg ga bisa berbuat apa2 bagi dirinya sendiri apalagi berbuat sesuatu bagi kami.

Jika otaku mat kristen cerdas >>>
Andai kabah dan hajar aswad menjadi Tuhan dan sesembahan kami umat Islam.
unkapan sy demikian ini, apakah bukan merupakan suatu bentuk pelecehan kepada tuhan kami sendiri ???

 coba berfikir…berfikir DENGAN SEKSAMA arti penghormatan & penyembahan ?


3) KEPANAPA MENCIUM HAJAR ASWAD ???
Kita awali dengan UcapanUmar bin Al-Khattab kita kenal dengan ungkapannya yang abadi:

"Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullaah s.a.w. menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu." (H.R. Bukhari).

Liat Ucapan Umar,,,jika memang hajar awad adalah Tuhan umat Islam. Kenapa beliau berkata demikian terhadap Tuhannya???

Itu karna semata-mata jikalau memang batu hajar Aswad adalah bukan Tuhan atau sesembahan umat Islam dan pada dasarnya adalah hanya sebongkah batu yg tidak membahayakan dan tidak pula bisa memberi manfaat kepada manusia.

ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677).

Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta?
Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad.

Makna Mencium Hajar Aswad ;


Rasulullah SAW mencium hajar aswad karena batu itu mulia dan berasal dari surga.
Tapi bukan karena kita diajarkan untuk menyembah batu itu.
Karna Hajar azwat adalah media silaturahim bagi umat Islam seluruh dunia.

Islam seluruh dunia adalah saudara, expresi setiap manusia ketika berjumpa saudaranya adalah saling berjabat tangan, berpelukan dan beciuman dll.
Dan Islam memiliki aturan ketat tentang Muhrim dan bukan muhrim, dari realita itulah, harus ada media yg khusus untuk mengexpresikan rasa cinta terhadap saudara tersebut.
Logikanya:


Kalau umat Islam yg begitu banyak, bertemu dalam satu tempat, kemudian setiap orang harus berjabat tangan dengan semua saudaranya yang sangat banyak.

kapan selesainya ???

Maka dengan media hajar aswad, lebih praktis dan lebih mudah dalam mengexpresikan rasa cinta terhadap saudaranya.


4) “MENCIUM HAJAR ASWAD & MENCIUM KAYU SALIB BEKAS YESUS DISALIB”
Andai kayu salibnya Yesus dulu masih ada hingga sekarang, lalu titik palang kayu yang pernah dipikul Yesus dulu dicium oleh Yesus....Apa kira2 orang Kristen sekarang pada gak mau nyium?

Lah Nabi Muhamad itu bijaksana, makanya dia cari benda dari batu biar awet lalu dia cium, lalu giliran Umar dan umat Islam lainya nyium dan seterusnya hingga Bening dan jikalau sy mampu sy pun ingin bisa nyium titik yang sama yang pernah dicium Nabi.
itu jg brrti Islam punya simbul bahwa semua yang nyium batu tsb saudara sebab konsepnya memang sesama muslim itu saudara.Jadi mulai Nabi hingga umatnya yang terakhir bisa nyium titik yang sama, itu bukan penuhanan itu simbul persaudaraan.


Lah,,, yg sangat disayangkan knp kayu salib Yesus dulu ga dijaga malah dibiarin dimakanin rayap jadi gak ada lagi simbulny yg asli ???

Dan Alhamdulilah, bait Allah di makah ya masih utuh !!!

Coba liat Bait Allah peninggalan Yesus dah roboh,,,knp tuh???

Liat Zam zam juga masih ngocor airnya ,

liat jg 12 mata air hasil sabetan tongkat nabi Musa wis tdk ngocor lagi Lo ???


Aneh ya, kok peninggalan Umat Islam pada awet sedang pnya Kristen pada dimakanin Rayap n pada Ambruk ???


"JADI,,,CERITANYA UMAT KRISTEN NGIRI SAMA UMAT ISLAM KARNA GA PUNYA SIMBOL SENDIRI YA" ???

---------------------->>>

DAN SEKARANG MARI KITA LIAT SESUNGGUH NYA SIAPA YG TELAH MENYIMPANG DARI AJARAN-NYA???
UMAT ISLAM ATAUKAH UMAT KRISTEN YG SEBENARNYA MENYIMPANG DENGAN MELIHAT BUKTI –BUKTI DAN PENJELASAN-PENJELASAN DIBAWAH INI ???

B. BUKTI JIKA ALKITABPUN MENGARAKAN SHOLAT DAN SUJUD KE KIBLAT

Umat Non-Islam, sering kali menghina Islam dengan mengatakan Islam menyembah batu Hitam di Ka’bah. Mereka sering memfitnah muslim menyembah kotak Hitam Ka’bah itu sendiri dengan alasan umat Islam selalu menghadap Ka’bah dalam melaksanakan Shalat 5 waktu, Shalat Sunnat. Umat Islam pun dilarang buang air kecil maupun besar dengan mengahadap Ka’bah.

Padahal, justru mereka umat Non-Islam itu sendiri lah yang mengingkari Kitabnya yang ada ditangan mereka sendiri karena perintah menghadap Kiblat ini telah diperintahkan pula pada Nabi-Nabi sebelum Rasullullah Muhammad SAW baik dalam Perjanjian Lama maupun perjanjian baru.

Bahkan setiap Nabi memiliki Kiblat & tugu batu untuk melakukan Thawaf atau mengelilingi batu tersebut, hanya mereka umat non-Islam saja yang tidak pernah membaca Kitab mereka sehingga secara tidak sadar mereka malah menghina Kitab yang ada ditangan mereka sendiri.

Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat,

PERHATIKAN BAIK-BAIK AYAT-AYAT INJIL DIBAWAH INI ;

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka KE ARAH YERUSALEM; TIGA KALI SEHARI ia berlutut, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, seperti yang biasa dilakukannya.

Jelas disitu tertulis bahwa:

1.Beribadah itu dengan Sujud, muka ke tanah, mengapa umat Non Islam tidak pernah sujud?

2.Beribadah itu dengan menhadap ke Kiblat, mengapa umat Non Islam tidak pernah menghadap Kiblat?

3.Disamping sujud maka ada pula berlutut, duduk diantara dua sujud, mengapa umat Non Islam tidak berlutut?

4.Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari, mengapa umat Non Islam tidak setiap hari? Malah hanya satu kali per minggu?

5. Setelah Shalat (Pray=berdoa) lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir), Umat mana yang melaksanakan ke lima hal ini? Umat Islam!

Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an:

Dalam Alkitab Kristen pun jelas tertulis bahwa nabi-nabi terdahulu pun memiliki bait Allah masing masing… banyak sekali ayatnya… lebih dari 100 ayat dan termasuk perjanjian baru pada masa Nabi Isa sekalipun…

Dan Yesus pun tidak pernah menghapus Taurat meski satu titik kecil sekalipun, artinya Hukum Taurat & kitab-kitab para Nabi terdahulu masih tetap berlaku:

Matius

5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Lalu mengapa mereka malah menghina Sujud menghadap Bait Allah? Mengapa mereka menghina Shalat & mengatakan nunggang nungging?

Padahal Yesus pun Shalat dengan bersujud muka ke tanah dan Yesus pun berlutut serta merebahkan diri ke tanah persis bagaimana Muslim melaksanakan Shalat dengan Sujud, berlutut, merebahkan diri ke tanah:

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Markus 14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Dari dua ayat diatas maka dapat disimpulkan:

1. Yesus sujud kepada Allah, sebagaimana orang Islam sujud. Tidak ada tatacara ibadah dengan sujud muka ke tanah kecuali umat Islam. Kenapa umat non Islam menghina Sujud dengan mengatakan nungging?

Padahal Yesus pun sujud! Bibir mereka memuji Yesus, tapi hatinya jauh dari Yesus:

Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

2. Yesus menyembah pada Allah, berdoa kepada Allah. Setiap yang berdoa pada Allah berarti bukan Allah & bukan Tuhan, sebagaimana saudara berdoa pada Allah, berarti saudara bukan Allah. Hanya umat Islam-lah yang murni berdoa HANYA pada Allah langsung tanpa melalui perantara Yesus, tanpa perantara Malaikat, tanpa perantara Bunda Maria, tanpa perantara Rasul atau Santo.

Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!"

3. Yesus maju sedikit dari ke dua muridnya sebelum sujud, artinya Yesus menjadi Imam shalat bagi ke dua muridnya. Hal semacam ini pun hanya dilaksanakan oleh umat Islam, dimana imam maju sedikit, 1 shaft didepan para makmum lainnya. Adakah umat agama lain yang melaksanakan hal demikian?

4. Yesus tidak meminta sesuai kehendak dirinya, tapi sesuai kehendak Allah, artinya Yesus berserah diri pada Allah, berserah diri pada Allah ini artinya Muslim. Banyak sekali ayat dalam alkitab dimana Yesus berserah diri kepada Allah. Kata “Muslim” dalam bahasa arab pun berarti berserah diri pada Allah.

Dalam alkitab Kristen pun jelas menulis bahwa:

Nabi Ibrahim bersujud:
Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya.....

Nabi Lot bersujud:
Kejadian 19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nabi Ezra bersujud:
Ezra 10:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Nabi Yosua bersujud:
Yosua 5:14 Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Nabi Daud bersujud:
Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita

Nabi Musa bersujud
Keluaran 34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nabi Harun bersujud
Bilangan 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Nabi Ibrahim bersujud, Nabi Daniel bersujud, Nabi Musa bersujud, Nabi Harun bersujud, Nabi Daud bersujud, Nabi Sulaiman bersujud, Nabi Yosua bersujud, Nabi Yehezkiel & para Nabi lain pun bersujud, bahkan Yesus pun bersujud!!!

Lalu mengapa orang Kristen menghina muslim bersujud dengan hinaan nunggang nungging? Mengapa mereka sendiri tidak pernah sujud? Apa mereka tidak ingin mengikuti jalan para Nabi terdahulu & Nabi Isa sendiri dengan bersujud muka ke tanah? Mengapa mereka menginkari sujud yang dicontohkan para Nabi terdahulu?

Terlebih lagi, Nabi-nabi terdahulu mendirikan tugu-tugu yang kemudian akan didekatnya akan didirikan Rumah Allah / Bait Allah / Betel / Baitullah.

Kejadian 31:13 Akulah Allah yang di BETEL itu, di mana engkau mengurapi TUGU, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."

Kejadian 28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil BATU yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu MENJADI TUGU dan menuang minyak ke atasnya.

Kejadian 28:22 Dan BATU YANG KUDIRIKAN SEBAGAI TUGU ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Kejadian 31:45 Kemudian Yakub mengambil SEBUAH BATU DAN DIDIRIKANNYA MENJADI TUGU.
Kejadian 31:51 Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: "Inilah TIMBUNAN BATU, DAN INILAH TUGU yang kudirikan antara aku dan engkau—

Kejadian 31:52 TIMBUNAN BATU DAN TUGU inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.

Kejadian 35:14 Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni TUGU BATU; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.

Matius 23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Jadi, mengapa mereka menghina ibadah Haji & Thawaf Keliling Ka’bah jika itu semua jelas terdapat dalam kitab mereka sendiri & juga dilakukan serta dicontohkan oleh para nabi terdahulu?

“YANG JADI PERTANYAAN,,,APAKAH UMAT KRISTEN SUDAH BENAR-BENAR MENTAATI / MENJALANKAN PERINTAH TUHANNYA DENGAN BERSUJUD DAN MENGHADAP KIBLAT MEREKA, SEPERTI YANG DITERANGKAN DALAM ALKITAB” ??

SEJARAH LAMBANG AGAMA DI DUNIA

TENTANG LAMBANG BULAN DAN BINTANG
(MAKNA PENGGUNAAN LAMBANG BULAN DAN BINTANG DALAM KUBAH MASJID)

Dalam Ajaran Islam sesungguhnya adalah Tidak mengenal dan Tidak diwajibkan / Tidak diharuskan untuk menggunakan Lambang2 atau symbol tertentu, karma memang Islam tidak mengajarkan demik...ian.

Mengenai penggunaan lambang bulan dan bintang yg umum dipakai dalam masjid. Itu juga ga ada keharusan masjid untuk menggunakannya. ( Tidak ada larangan apapun jika masjid menggunakan symbol lain, sebatas ga bertentangan dengan ajaran Islam Itu sendiri).

Dan bukti-bukti jika Islam memang ga mewajibkan untuk menggunakan lambang2 / symbol tertentu adalah ;

a) Banyak Ormas Islam yg ga menggunakan Bintang dan Bulan sebagai symbol / menggunakan symbol / lambang yg lainnya, contohnya ; menggunakan, Tulisan kaligrafi, menggunakan Gambar Ka’bah dll.

b) Tidak semua Masjid menggunakan lambang bulan dan bintang, buktinya cek sendiri deh banyak ko

dan Tempat sembayang kami yg berukuran lebih kecilpun banyak yg ga menggunakan lambang / symbol bulan dan bintang, contohnya seperti di mushola2 kami, terbukti banyak yg ga menggunakan symbol tsb.

c) Pada masa Kerasulan Muhamad pun, Beliau Cuma menggunakan bendera yg bertuliskan Kaligrafi biasa ko.

d) Dan pada bangunan masjid-masjid pada Masa Kerasulan Muhamad pun ga ada yg gunain lambang bulan dan bintang.

Sejarah lambang Bulan dan Bintang itu muncul, justru setelah kerasulan beliau tepatnya pada masa kejayaan Islam yaitu pada masa kekuasan Sultan Muhammad II yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih itulah penggunaan Bulan Sabit dikenal.

Dan adapun symbol tsb banyak digunakan terutama dalam masjid, tidak lain adalah sebagai dampak / pengaruh Budaya kekuasaan Islam pada jaman dulu.

Dan Makna dari symbol / lambang Bulan dan Bintang yg ada dalam Masjid, adalah tidak lain untuk mengenang masa-masa kejayaan Islam pada jaman Dulu…itu saja ko, ga lebih.

Sedangkan simbul bulan dan bintang itu sendiri digambarkan seperti peta kekuasaan Islam pada jaman dulu, yg memeng jikalau digambarkan akan menyerupai bentuk bulan dan tanda bintang sebagai titik tempat pemerintahan kekaisaran Islam pada jaman itu.


Selanjutnya sy akan Tuliskan disini hubungan lambang salib n trinitas kalian dengan ajaran2 penyembah berhala.

--------------------------
-----------------


“SEJARAH SALIB, SWASTIKA DAN PENGGUNAANYA DALAM PAGANISME”


Pisces, lambang awal mula Kristen
......
Salib adalah lambang yang sangat tua yang terdapat di dunia jauh sebelum lahirnya Nabi Isa atau Yesus. Pada awalnya orang-orang Kristen tidak menggunakan salib sebagai lambang Kekristenan mereka. Benda ini tidak termasuk dalam daftar pertama lambang-lambang Kristen yang disediakan oleh St. Clement. Mulanya yang mereka gunakan justru bintang ikan (Pisces) dan anak domba sebagai lambang Penyelamatnya.

Lambang Pisces yang pertama kali digunakan Kristen di Roma

Awal mula salib adalah salah satu rasi bintang yang digunakan untuk menandai langit di selatan semenjak zaman awal peradaban manusia. Kemudian oleh kaum-kaum terdahulu yang menyembah bintang salib digunakan sebagai lambang bagi para dewa mereka.

Konstelasi Bintang Selatang yang membentuk Salib

Ketika lambang salib akhirnya dipakai, orang-orang Kristen sempat merasa enggan terhadap gambar seorang laki-laki yang tergantung pada salib. Hal ini tidak pernah dilakukan Gereja Kristen sebelum abad ke tujuh.

Faktanya, salib dengan orang tergantung padanya telah dimasukkan oleh orang Romawi dari India berabad-abad sebelum zaman Kristen.

Relief salib pagan di India 2000 tahun SM

Apa kata para sejarawan tentang penggunaan lambang salib?
Walker berkata, “Orang-orang Kristen awal bahkan menolak salib karena (bersifat) pagan. Patung-patung Yesus awal tidak menggambarkan dia di atas salib, tetapi dalam samaran ‘Gembala yang Baik’ yang membawa domba.” (Acharya, The Christ Conspiracy.
Churchward mengatakan, “Pada dasarnya Salib merupakan tanda astronomi. Salib dengan lengan sama panjang menunjukkan waktu siang dan malam yang sama panjang, dan merupakan tanda equinox.”

Para alcemist menggunakan salib untuk penelitian

Sedangkan Derek Patridge menyatakan, “Yang ditunjukkan oleh salib dengan lingkaran di dalamnya adalah sebenarnya matahari yang mengecil atau mati di zodiac, dan bukan orang.”

Encyclopedia of Funk and Wagnalls menyebutkan bahwa “Tanda salib sudah digunakan sebagai lambang sebelum zaman Kristen.”

Di Italia di mana terletak Roma yang menjadi salah satu pusat paling awal bagi penyebaran agama Kristen, terdapat salib sebagai peninggalan dari zaman prasejarah.

Salib Keltik Pra-Kristen banyak ditemukan di tepi Sungai Shannon di Irlandia ditemukan dengan gambar relief dewa bumi dan roh hutan.

Salib-salib Keltik di Eropa yang telah ada semenjak 1200 SM

Di Mesir purba, yang memuja dewa-dewi yang mati menebus dosa dengan darah, salib dijadikan lambang keagamaan yang umumnya berbentuk huruf T, yang oleh para ahli disebut dengan Tau. Ada pula salib Tau yang di atasnya dipasang sebuah “gagang” yang berupa lingkaran. Lingkaran itu melambangkan kekekalan.

Ankh Mesir atau Salib Ansata (crux ansata) salah satu lambang pagan Mesir

Sejarawan barat meyakini bahwa konsep Maria dan Yesus adalah duplikasi dari Isis dan Horus

Salib yang di atasnya bergagang lingkaran itu melambangkan kekelalan hidup atau kehidupan yang abadi. Salib berlingkaran (crux ansata/salib ankh) biasa dipakai di leher para pendeta Mesir kuno sebagai kalung. Di kalangan berbagai bangsa purba di sekitar wilayah Mediterania, termasuk Funisia yang bertetangga dengan Palestina, lambang salib Mesir itu juga mengandung pengertian hikmah atau kebijaksanaan rahasia.

Berbagai jenis salib yang digunakan semenjak pra-Kristen hingga sekarang

Selain Salib Tau terdapat satu lagi jenis salib yang disebut dengan Salib Berlengan Sama Panjang. Salib ini telah dikenal di seluruh dunia purba. Oleh para ahli dikatakan bahwa di kalangan dunia purba salib ini melambangkan keempat unsur (bumi, udara, air, dan api) yang dipandang sebagai sumber penciptaan segala sesuatu. Unsur-unsur itu dipandang sebagai yang abadi, sehingga segala sesuatu yang tercipta darinya, tidak akan pernah musnah, sekalipun berubah-ubah.

Swastika atau Salib Berlengan Panjang

Lambang-lambang Swastika di berbagai kebudayaan

Salib berlengan panjang juga digunakan sebagai pemberi tanda (berupa gambar) pada makanan suci maupun wadah-wadah yang berisi air suci keagamaan. Penggunaan salib ini terdapat di kalangan bangsa-bangsa Assyiria, Babilonia, Persia purba, bahkan di benua Amerika sebelum datangnya agama Kristen.

Relief Salib Swastika di Eropa ribuan tahun sebelum Kristen

Swastika berumur 5000 tahun SM di Samara, Iraq

Bentuk lain salib jenis ini adalah swastika. Ini sebenarnya adalah salib berlengan panjang, yang bagian ujung lengannya tertekuk atau dipatahkan menurut arah yang sama (seperti arah jarum jam). Menurut para ahli, ujung lengan yang tertekuk itu asal mulanya melengkung, yang apabila diteruskan akan membentuk lingkaran yang memanifestasikan lambang matahari.

Encyclopedia of Funk and Wagnalls mengatakan, “Bentuk atau model ini adalah salah satu lambang paling awal yang terkenal yang telah dibuat oleh manusia, dan salah satu lambang yang paling menyebar di kalangan bangsa-bangsa primitif. Lambang ini terdapat di seluruh benua selain Australia, dan merupakan lambang dewa matahari, dari Apollo (Romawi), Odin (Viking) sampai Quetzalcoatl (Aztec). Lambang ini masih bertahan hidup sebagai lambang keagamaan di India di kalangan para penganut agama Budha dan agama Jain, serta di China dan Jepang, maupun di kalangan suku-suku Indian di Amerika Utara yang masih meneruskan praktek shaman dan pengobatan perdukunan.”

Dalam Encyclopedia Britannica, Prof. Shepherd menulis, “Bentuk-bentuk salib telah digunakan sebagai lambang, religius atau lainnya, jauh sebelum zaman Masehi, di hampir semua bagian dunia. Dua bentuk salib Pra-Kristen telah menjadi mode dalam Kekristenan. Lambang hieroglyph Mesir tentang kehidupan (salib ankh, salib Tau dengan lingkaran di atasnya) dipungut dan digunakan secara luas pada monumen-monumen Kristen Koptik. Salib Swastika (crux gammata), yang terdiri atas empat huruf gamma kapital Yunani, ditandakan pada banyak nisan makam Kristen dini sebagai lambang yang tersamar. Lambang ini tersebar luas sebelum zaman Kristen di Eropa, Asia, dan Amerika dan umumnya dianggap sebagai lambang matahari atau api. Dari situlah makna sumber kehidupan berasal.”

Di beberapa tempat di dunia ini, ujung tekukan pada salib swastika diberi gambar telapak kaki yang menandakan adanya gerak “berjalan”. Di tempat lain, ada pula yang menggambari ujung swastika dengan gambar burung yang menggambarkan gerak terbangnya matahari di angkasa. Atau gambar ikan, yang mengisyaratkan matahari menyelam di laut di bawah muka bumi setelah tenggelam di malam hari dan sebelum kembali terbit keesokan harinya.

Burung dan Dewa Matahari (Swastika Nazi Jerman)

Swastika Zionist dan Swastika Dewa Matahari

Bagaimanapun, salib merupakan lambang Dewa Matahari. Karena matahari hanya satu bagi seluruh dunia, maka dengan sendirinya di mana-mana di dunia ini, apabila mereka memuja Dewa Matahari maka lambang dan kepercayaannya akan mirip.

Persamaan Dewa Matahari Keltik dan Dewa Matahari Aztec

Demikian halnya antara kepercayaan pagan dengan kepercayaan Kristen. Sejak ribuan tahun sebelumnya hingga jaman penyebaran agama Kristen di wilayah Mediterania, telah terdapat agama-agama yang meyakini dewa-dewi yang menderita, disalib dan mati menebus dosa.

Riwayat-riwayat dan waktu penyaliban Yesus yang terdapat dalam doktrin Kristen juga sangat serupa dengan kepercayaan pagan, yakni berkisar antara tanggal 21-25 Maret. Justinus Martir dapat saja berapologi bahwa iblis yang mendengar ramalan-ramalan para nabi besar sebelumnya, meniru ajaran itu sebelum adanya agama Kristen itu sendiri. Tapi pada dasarnya jenis-jenis salib ini digunakan berbagai macam kaum pagan untuk menyembah dewa matahari mereka semenjak berbagai peradaban kuno dunia mucul.

Dan dalam bukti foto-foto pun lambang salib begitu jelas adalah bukti lambang / symbol Agama penyembah berhala !!!

SEJARAH JUMLAH AYAT AL-QUR'AN DAN AL-KITAB

MENJAWAB ; BERAPA JUMLAH AYAT ALQURAN YANG SEBENARNYA
Situs FFI dan para debater Kristen mempermasalahkan jumlah ayat dalam Alqur'an, dengan adanya perbedaan pendapat para ulama tentang ayat Alqur'an, mereka menuduh bahwa ayat-ayat Alqur'an banyak yang hilang.

Alquran dulu mempunyai 6666 ayat dan 30 Jus. Tapi sekarang menjadi 6236 ayat sesuai dgn pandangan Hafsah ulama Kufah.

Di Mekkah sesuai dengan pandangan IBNU KATSIR menafsir ada 6220 ayat

Di Syria ada 6226 ayat.

Di maroko ada 512 ayat.

Ashim ulama Basrah menafsir ada 205 ayat.

kok perbedaannya Drastis sih?


Jawaban:


Para ulama sepakat mengatakan bahwa jumlah ayat Alqur'an lebih dari 6.200 ayat. Namun berapa ayat lebihnya, mereka masih berselisih pendapat.


Menurut Nafi” yang merupakan ulama Madinah, jumlah tepatnya adalah 6.217 ayat. Sedangkan Syaibah yang juga ulama Madinah, jumlah tepatnya 6214 ayat. Lain lagi dengan pendapat Abu Ja'far, meski juga merupakan ulama Madinah, beliau mengatakan bahwa jumlah tepatnya 6.210 ayat.


Menurut Ibnu Katsir, ulama Makkah mengatakan jumlahnya 6.220 ayat. Lalu ”Ashim yang merupakan ulamaBashrah mengatakan bahwa jumlahnya jumlah ayat al-Quran ialah., 205 ayat.


Hamzah yang merupakan ulama Kufah sebagaimana yang diriwayatkan mengatakan bahwa jumlahnya 6.236 ayat.


Dan pendapat ulama Syria sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yahya Ibn al-Harits mengatakan bahwajumlahnya 6.226 ayat.


MENGAPA BERBEDA?


Sebenarnya tidak ada yang beda di dalam ayat Alqur'an. Semua pendapat di atas berangkat dari ayat-ayat Alqur'an yang sama.


YANG BERBEDA ADALAH KETIKA MENGHITUNG JUMLAHNYA DAN MENETAPKAN APAKAH SUATU POTONGAN KALIMAT ITU MENJADI SATU AYAT ATAU DUA AYAT.


Ada orang yang menghitung dua ayat menjadi satu. Dan sebaliknya juga ada yang menghitung satu ayat jadi dua.

Padahal kalau dibaca semua lafadz Quran itu, semuanya sama dan itu itu juga. Tidak ada yang berbeda.


LALU MENGAPA MENJADI BEDA DALAM MENENTUKAN APAKAH SATU LAFADZ ITU SATU AYAT ATAU DUA AYAT?


Jawabnya adalah dahulu Rasulullah SAW terkadang diriwayatkan berhenti membaca dan menarik nafas. Pada saat itu timbul asumsi pada sebagian orang bahwa ketika Nabi menarik nafas, di situlah ayat itu berhenti dan habis. Sementara yang lain berpandangan bahwa nabi SAW hanya sekedar berhenti menarik nafas dan tidak ada kaitannya dengan berhentinya suatu ayat.


Lagian, nabi SAW saat itu juga tidak menjelaskan kenapa beliau menarik nafas dan berhenti. Dan tidak dijelaskan juga apakah berhentinya itu menunjukkan penggalan ayat, atau hanya semata-mata menarik nafas karena ayatnya panjang.


Selain itu ada ulama yang menghitung kalimat "bismillahirrohmnirrohim" di awal surat sebagai ayat, dan ada pula yang tidak tapi hanya menghitung "bismillahirrohmanirrohim"
pada surat Al-Fatihah saja sebagai bagian ayat Alqur'an, ini juga bisa mempengaruhi perhitungan.


Perbedaan dalam menghitung jumlah ayat ini sama sekali tidak menodai Alqur'an. Kasusnya sama dengan perbedaan jumlah halaman mushaf dari berbagai versi percetakan. Ada mushaf yang tipis dan sedikit mengandung halaman, tapi juga ada mushaf yang tebal dan mengandung banyak halaman.


Yang membedakanya adalah ukuran font, jenis dan tata letak (lay out) halaman mushaf. Tidak ada ketetapan dari Nabi SAW bahwa Alqur'an itu harus dicetak dengan jumlah halaman tertentu.


BERAPA JUMLAH AYAT ALQUR’AN SEBENARNYA?


Mari kita hitung:


Mulai dari surah Fatihah yang diakhiri dengan nomor 7. Itu adalah jumlah ayat bagi surah tersebut. Kemudian pergi ke ujung surah 2 (Al-Baqarah) dan bertemu pula dengan angka 286. Teruskanlah, surah demi surah, hingga ke hujung surah terakhir, yaitu surah yang ke-114. Jumlahkan kesemua angka itu, dan jumlah yang didapati adalah jumlah ayat-ayat Alqur'an yang sebenarnya.

berikut ini daftarnya:



1-5 ( 7 + 286 + 200 + 176 + 120 ) = 789 ayat

6-10 ( 165 + 206 + 75 + 129 + 109 ) = 684

11-15 ( 123 + 111 + 43 + 52 + 99 ) = 428

16-20 ( 128 + 111 + 110 + 98 + 135 ) = 582

21-25 ( 112 + 78 + 118 + 64 + 77 ) = 449

26-30 ( 227 + 93 + 88 + 69 + 60 ) = 537

31-35 ( 34 + 30 + 73 + 54 + 45 ) = 236

36-40 ( 83 + 182 + 88 + 75 + 85 ) = 513

41-45 ( 54 + 53 + 89 + 59 + 37 ) = 292

46-50 ( 35 + 38 + 29 + 18 + 45 ) = 165

51-55 ( 60 + 49 + 62 + 55 + 78 ) = 304

56-60 ( 96 + 29 + 22 + 24 + 13 ) = 184

61-65 ( 14 + 11 + 11 + 18 + 12 ) = 66

66-70 ( 12 + 30 + 52 + 52 + 44 ) = 190

71-75 ( 28 + 28 + 20 + 56 + 40 ) = 172

76-80 ( 31 + 50 + 40 + 46 + 42 ) = 209

81-85 ( 29 + 19 + 36 + 25 + 22 ) = 131

86-90 ( 17 + 19 + 26 + 30 + 20 ) = 112

91-95 ( 15 + 21 + 11 + 8 + 8 ) = 63

96-100 ( 19 + 5 + 8 + 8 + 11 ) = 51

101-105 ( 11 + 8 + 3 + 9 + 5 ) = 36

106-110 ( 4 + 7 + 3 + 6 + 3 ) = 23

111-114 ( 5 + 4 + 5 + 6 ) = 20

-----------------------------------------------------------

Jumlah besar = 6,236 ayat

-----------------------------------------------------------



Setelah dijumlahkan didapatkan bahwa jumlah ayat di dalam Alqur’an adalah 6236 ayat tanpa memasukkan 112 bismillah di awal surat Jika dimasukkan kedalam perhitungan jumlahnya menjadi 6348 ayat, tetap tidak sampai 6666.. Jumlah ini ternyata (baru saya temukan beberapa menit lalu) sama dengan jumlah ayat dalam list Alqur’an digital (yang telah saya miliki bertahun-tahun lalu).



Teman-teman sekalian mengenai ayat Alqur'an berjumlah 6666 ayat padahal setelah kita hitung jumlahnya 6236, sebenarnya ada suatu pesan yg tidak tersampaikan. Jadi kalau para ulama ada yang bilang bahwa ayat Alqur'an itu berjumlah 6666 ayat itu sebenarnya tidak salah juga tapi ada sedikit yang harus di jelaskan.



Kalau kita uraikan ada selisih 430 ayat (6666 - 6236 = 430)

otomatis akan timbul pertanyaan:

1. kenapa bisa terjadi kelebihan 430 ayat?

2. apakah angka 430 ini sebuah kesalahan atau ada pesan yang tidak tersampaikan lewat angka 430 ini?



Kalau kita berfikir sempit kita pasti berfikir "kalau begitu para ulama telah menyesatkan umatnya donk?

justru tidak begitu, ada pesan yg tidak tersampaikan di balik angka itu


Sekarang saya akan coba menjelaskan dengan apa yg saya ketahui dan yang telah saya pelajari tetapi saya akan membahas permasalahan ini dengan metodelogi numerik Alqur'an


Allah menciptakan Alqur'an dengan begitu sempurna dan tidak ada cacat sedikitpun, sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yang sangat akurat, begitu juga Alqur'an Allah menciptakan Alqur'an dengan penghitungan yg sangat cermat dan akurat tidak hanya isinya saja yg sempurna tetapi angka-angka di dalamnya dan susunan surat,halaman,jumlah baris,huruf" dan banyak lagi...tidak hanya asal menulis dan di tempatkan, semuanya di letakkan berdasarkan perhitungan yg sangat cermat, itulah makanya Alqur'an disebut kitab yg sempurna yang membedakan dari kitab yg lainnya, tetapi kebanyakan umat saat ini tidak pernah sadar akan hal tersebut


Sekarang kita kembali ke permasalahan di atas angka 430 ada apa sich dengan angka ini?



Angka 6236 = Alqur'an, jadi bisa di ibaratkan angka ini adalah Alqur'an/mewakili Alqur'an.

Kami sebagai umat muslim sangat di wajibkan untuk mempelajari Alqur'an, dengan mempelajari Alqur'an kita akan tahu mana yang baik dan tidak, sehingga kita akan mempunyai batasan dalam hidup ini


Makanya kalau cetakan Alqur'an dari karachi pakistan itu halaman awal dimulai dengan halaman 2 dan 3 tidak ada hal 1, kenapa? karena dari angka tersebut Alqur'an ingin menyampaikan sesuatu yg kita tidak sadarkita bahas sedikit, dari halaman depan saja ada pesan supaya kita di haruskan mempelajari Alqur'an "hal 2 dan hal 3" klo kita ambil angkanya saja dan kombinasikan berarti menjadi 32 dan 23 ada apa dengan angka ini?



Kita larikan angka yang tadi ke dalam susunan surat di dalam Alqur'an...

Surat ke-32 as sajadah (batasan)

Surat ke-23 al mu'minun (orang-orang yg beriman)


Nah dari halaman depan saja Alqur'an ingin menyampaikan suatu pesan kepada kita yaitu wahai manusia pelajarilah aku karena dengan mempelajariku kamu akan tahu 32 (as sajadah)/batasan, maksud batasan disini dengan mempelajari Alqur'an kita akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh..setelah kmu mengetahui batasan dalam hidup ini kata al qur'an kmu akan mendapat 23 (al mu'min)/orang-orang yg beriman, otomatis donk kalau kita tahu mana yg baik dan buruk insyaallah kita akan menjadi orang-orang yg beriman. Apakah angka-angka di atas suatu kebetulan atau memang di buat dengan perhitungan yg sangat matang?????


Kembali ke permasalahan 6236.....

sebenarnya pesan angka 6666 tersebut kurang lebih seperti ini....bagi para umat muslim pelajarilah 6236/Alqur'an sebagai pedoman hidupmu, dan jadikanlah 430 sebagai suri tauladan dalam tingkah pola kita sehari-hari


lho kok 430 dijadikan sebagai suri tauladan? apa maksud angka tersebut?

sebagai umat muslim suri tauladan kita semua adalah nabi muhammad saw. jadi angka tersebut adalah 430 = mewakili nama Nabi Muhammad saw. kenapa bisa begitu?


Sekarang kata muhammad kita urai yang terdiri dari huruf "mim, ha, mim, da"

sekarang kita larikan ke surat

mim huruf ke 24 -----> surat ke 24 jumlah ayat 64

ha huruf ke 6 -------> surat ke 6 jumlah ayat 165

mim huruf ke 24 -----> surat ke 24 jumlah ayat 64

da huruf ke 8 -------> surat ke 8 jumlah ayat 75


kita jumlahkan nomor surat dan jumlah ayat......

24 + 64 = 88

6 + 165 = 171

24 + 64 = 88

8 + 75 = 83

------+

430

jadi huruf muhammad itu kalau di uraikan berjumlah 430, apakah angka-angka di atas sebuah kebetulan atau di berdasarkan perhitungan yg tepat, sungguh maha luar biasa Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yg cermat dan akurat


Nah sudah jelaskan khan mengapa ada ulama berpendapat ayat Alqur'an ada 6666? jadi tidak perlu dipermasalahkan, yang penting isinya tidak ada yang hilang dan tidak ada yang berubah.


SEKARANG KITA LIHAT KITAB MANA YANG AYATNYA BANYAK HILANG, CEKIDOT!!!


Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli, artinya sebanyak 82% ayat bibel itu PALSU!!!


Astagfirullah, banyak kalimat dan perintah yesus yang hilang dan masih misteri?

namun Dr. Robert W. Funk dan 74 pakar alkitab itu di pecat, ckckck...



Alkitab Reader Digest terbit lebih tipis dan ringkas dari Alkitab standar umum. Dalam Alkitab ini, kitab perjanjian Baru diringkas 50 persen, sedangkan dan perjanjian Lama diringkas 25 persen.


Bahkan dalam Alkitab terbitan Jerman ? Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament?, jumlah ayatnya berkurang belasan ribu ayat dibanding Alkitab standar Protestan (Revised Standard Version, King James Version, New International Version, Tyndale Bible, Zonderfan Bible) maupun standar Katolik (Revised Standard Version Catholic Edition, New American Bible, dan New Jerusalem Bible).


Dalam Alkitab yang diterbitkan oleh Deutsche Biblestifung Stuttgart, Germany tahun 1978 ini, terdapat lebih kurang 18.666 ayat dari ratusan pasal yang hilang. Jumlah ini cukup mencengangkan, karena berarti tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur'an.


Bagian 2

Dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament? terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.


Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat.(Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.1 . Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.


Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kitab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitab Mazmur berjumlah 1.830 ayat.


Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.



Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.


Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.


Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.


Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.


Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.


Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:

Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.


DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB


image No Nama Kitab Jumlah

01. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose) 391

02. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) 539

03. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) 764

04. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose) 1,057

05. Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose) 698

06. Kitab Yosua (Das Buch Josua) 528

07. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern) 386

08. Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel) 304

09. Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel) 363

10. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen) 375

11. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen) 343

12. Kitab Tawarikh I 891

13. Kitab Tawarikh II 822

14. Kitab Ezra (Das Buch Esra) 125

15. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia) 289

16. Kitab Ester 167

17. Kitab Ayub (Das Buch Ijob) 672

18. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) 1,830

19. Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) 704

20 Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet) 100

21. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied) 31

22. Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya) 687

23. Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia) 869

24. Kitab Ratapan 154

25. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) 871

26. Kitab Daniel (Das Buch Daniel) 219

27. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea) 128

28. Kitab Yoel (Der Prophet Joel) 16

29. Kitab Amos (Der Prophet amos) 14

30. Kitab Obaja 21

31. Kitab Mikha (Der Prophet Micha) 46

32. Kitab Nahum 47

33. Kitab Habakuk 56

34. Kitab Zefanya 53

35. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai) 14

36. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja) 115

37. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi) 36

38. Kitab Tobit (Das Buch Tobit) 85

39. Kitab Yudit 339

40. Tambahan Ester 91

41. Kebijakan Salomo 435

42. Kitab Sirakh 1,401

43. Barukh 213

44. Tambahan Kitab Daniel 196

45. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer) 757

46. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer) 424

Jumlah ayat yang hilang 18,666 ayat



Biar saya tidak dibilang ngarang atau Taqiya buktikan aja di-link ini : http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_ayat_Alkitab_yang_tidak_disertakan_dalam_terjemahan_Alkitab_bahasa_Inggris_modern


Sebagai penutup saya akan kutipkan ayat Alkitab yang menjadi AYAT FAVORITE SAYA untuk teman-teman Kristen yang suka sekali mencari cela Islam:


“Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

(Matius 7:5)

PENCARIAN HIDUP MENUJU KEKASIH SEJATI

JANGAN SUKA MENGANGGAP SESUATU YG TIDAK COCOK ITU ADALAH SESAT NAMUN SIKAPILAH SAMPAI KAU BENAR'' MEMAHAMINYA ...

KARENA JIKA KAU MENILAI CIPTAANNYA MAKA NISTALAH DIRIMU ... KARENA ALLOH MAHA MENILAI PADA APA'' YANG KAU SANGKAKAN











AlkisAnnabila